Termenung,
Lalu loceng berbunyi untuk menunda masa,
Mengembalikan pada malam kita bertemu,
Dan entah kemana malam itu telah pergi,
Ada mimpi yang aku tanam pada bumi,
Siapa tahu tumbuh mewangi di kaki langit,
dan harumannya pulang,
Seperti sirih yang pulang ke gagang.
Kita telah menghukum dan mengadili,
Tiba masa menarik nafas panjang.
ANDA SEDANG MEMBACA
Epilog Sepi
De TodoHimpunan penulisan buat aku dan kau untuk terus hidup ke depan.
