15 // Hancur

1K 85 6
                                    

Sudah beberapa hari semenjak kecelakaan, Adel masih juga belum sadarkan diri. Teman-temannya yang lain sudah mulai khawatir. Terutama Rizal yang akhirnya tidak jadi ke Belanda agar bisa menjenguk Adel dan Fadhil meskipun sampai saat ini dia masih belum bisa bertemu dengan kedua nya karena Rey tidak mengizinkan Rizal bertemu dengan Adel ataupun Fadhil.

"Pagi Dhil." ujar Rafly masuk ke kamar Fadhil dengan membawa makanan untuk Fadhil

"Eh?elu Raf." ujar Fadhil

Rafly duduk di sebelah tempat tidur Fadhil.

"Gimana keadaan lu Dhil?" tanya Rafly

"Udah mendingan kok. Cuma luka-luka kecil doang bentar lagi juga sembuh." jawab Fadhil

"Oh iya, nih tadi suster ngasih gue ini. Katanya lu suruh sarapan." Rafly memberikan kotak makanan ke Fadhil

"Makasih." Fadhil mengambil kotak makanan itu lalu membuka nya. "Lu udah makan?" tanya Fadhil memakan makanan dari kotak tadi.

"Gue udah makan kok. Tenang aja." jawab Rafly

"Hmm. Lu sendiri?Rey mana?"

"Rey lagi di kamar Adel. Nanti dia baru kesini."

"Kamar Adel ya?kita kesana juga yok. Gue mau ketemu Adel."

"Ya udah. Tapi lu abisin dulu makanan lu."

"Udah tinggal dikit ini kok. Tinggal minum obat aja." kata Fadhil meletakkan kotak makanannya di atas meja.

"Nih obat nya." Rafly memberikan beberapa butir obat dan segelas air ke Fadhil.

Setelah meminum obat, Rafly dan Fadhil pergi ke kamar Adel. Keadaan Fadhil juga sudah membaik sehingga tidak perlu memakai kursi roda lagi.

"Hai Rey." sapa Fadhil ke Rey yang sedang duduk di sofa ruang rawat Adel sambil sibuk main game di hp nya.

"Eh?Dhil." balas Rey

"Adel gimana Rey?" tanya Rafly duduk disebelah Rey

"Gak tau Raf. Kata dokter kondisi Adel udah stabil, tapi entah kenapa dia masih belum sadar. Kemungkinan Adel sekarang dalam keadaan koma." jawab Rey

"Lu sendiri gimana Dhil?udah mendingan?" tanya Rey

"Gue sih udah sembuh. Besok juga udah boleh pulang." jawab Fadhil

"Bagus dong kalo gitu. Jadi gak ada lagi pasien kaya lu yang kalo dikasih makan mau nya dua porsi." goda Rey

"Yee enak aja lu. Gue mah makan cuma satu porsi." kata Fadhil

"Makan nya satu porsi, tapi ngemil nya yang banyak. Bayangin aja, gue harus bolak balik ke mini market buat beliin dia camilan. Dikira gak jauh apa tuh mini market. Mending gue jagain Adel deh. Bisa santai-santai." oceh Rafly

"Yee kalo gue kaya Adel yang ada lu nangis-nangis biar gue sadar." jawab Fadhil

"Kalo gue nangisin Adel sih masih enak diliat. Lah kalo nangisin lu. Gak enak diliat banget." ucap Rafly

"Bodo amat setan."

Mereka bertiga tertawa gembira.

Sementara itu, hubungan antara Rizal dan Gita tidak se harmonis dulu. Mereka sering kali bertengkar karena hal yang sepele.

"Zal, ikut aku reonian yuk. Aku mau ngenalin kamu sama temen-temen aku." ujar Gita

Hari ini Rizal sedang berada dirumah Gita.

"Gak ah Git. Aku masih mau nyoba ke rumah sakit buat ketemu Adel." jawab Rizal

"Adel Adel Adel. Yang ada dipikiran kamu tuh cuma Adel sama sahabat-sahabat kamu doang. Kapan sih kamu bisa ngertiin aku."

Peka!!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang