"Selamat datang...."
"Ya sensei"
"Kalian semua duduklah pada tempatnya"
"Lah sensei, emang kami tempat duduknya dimana? :v"
"Ya di karpet ini dodol!!!"
Sejenak kemudian Redmond langsung mau duduk di tengah - tengah karpet dan hampir menduduki makanannya. Emang dodol nih anak. Sabar ya para Akatsuki.
"Eit awas!!!"
"Ada apa lagi sensei?" ucap Redmond yang sudah jongkok kayak mau boker alias BAB alias eek :'v *readers : "gak usah disebut semua kali :v"*.
"Ente jangan duduk di situ dodol!!!" bentak Pain.
"Lah terus dimana sensei?"
"Di sana!!!" tunjuk Pain ke sebuah arah, tepatnya sebelahnya Kakuzu.
"Ehmm.. ya sensei -__-," kata Redmond sambil berdiri... jalan.. lalu duduk di sebelah Kakuzu.
"Maafkan teman saya yang dodol ini ya sensei, dia memang gitu orangnya," malah Bluer yang minta maaf pada sense dodolnya.
"Eh Lawrence! Apa maksud luh ngatain gue dodol hah?!" Redmond berdiri sambil ngamuk - ngamuk.
"Eh Dafuq, gak ada maksud apa - apa kale! Dan kau berhentilah panggil gue Lawrence!" Lawrence ikutan emosi. Kerasukan apa nih anak yang biasanya tenang jadi brutal kek gini.
"Lah terus gue harus panggil kek gimana?! Kampret!!! Apa perlu luh gue panggil culun?!"
"Whot de pak!!! Panggil gue Bluer, itu dah cukup!!!"
"Dasar bangsawan kampret luh! Udah kampret, culun, misken lagi!!" Redmond tidak bisa meredam emosinya.
"Njer mentang - mentang kekayaan bokap luh ama bokap gue cuma selisih 1000 rupiah heh!!!"
"Cukup!!! Ehek ehek ehek" Pain maunya sok tegas, tapi jadinya malah nista.
Redmond dan Bluer menghentikan pertengkaran mereka sejenak dan menatap Pain dengan nistanya.
"Woi sensei kampret!!! Jangan ganggu pertengkaran kami!!!" bentak Redmond pada Pain.
"Eh luh anaknya siapa sih kok berani amat ama ane, kepala sekolahmu sendiri!!!" balas Pain.
"Gue anak bapak gue lah, masa gue anak luh, najes amat!!"
"Eh nih anak ngajakin berantem ye, golok mana golok!!!"
"Hadeh....." ucap ketiga perfect selain Redmond sambil mengurut keningnya menyaksikan sahabat dodol mereka dengan guru kampret mereka.
"Goloknya sudah ke surga sensei!!!" sahut Redmond gak nyambung.
"Eh nih anak beneran ngajakin berantem ya!!! Berantem yok ndes!!"
"Ayo siapa berani!!!" sahut Redmond yang sukses membuat Pain jawsdrop selama beberapa detik. Gak cuma Pain, tapi juga ketiga perfect lainnya.
"Argh murid kurang ajar!!!" kata Pain sambil melemparkan kunainya.
"Eit jangan harap aku terkena kunai murahan milikmu sensei" ucap Redmond sambil menghindar dan balik melempar Pain dengan piring.
Akhirnya terjadi pertengkaran sengit guru dan murid. Mereka saling melempar - lemparkan barang dimulai dari piring, sepatu, batu, bahkan duit :V. Ya kalo duit cuma Redmond yang ngelempar, karena Redmond orkay :v. Pain sendiri malah mengambil uang itu dengan enaknya. Dan yang masih ane heran kenapa gak ada yang ngelerai ya? :v
"Argh!!! :V cukup!" teriak Pain yang tidak dihiraukan oleh Redmond. Namun teriakan ini sebenarnya cuma kode.
Perlahan tapi pasti sosok itu mendekati Redmond dari kegelapan. Kita hitung mundur saudara - saudara... habis ini adegan terlarang terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Akatsuki High School
FanfictionMencoba membuat crossover antara Naruto dan Kuroshitsuji. Jadi Ciel mendapat perintah dari sang Ratu seperti biasa. Apa perintahnya? Baca sendiri. Disclaimer : Masashi Kishimoto dan Yana Toboso Author : Naori17 Rated : T Genre : Humor Warning : OOC...
