Akhir dari Segalanya

944 52 40
                                        

Pagi yang indah. Ciel lagi boker di WC. Semuanya dilalui dengan penuh ketenangan sampai iblis lucknut bernama Sebastian Michaelis menggedor-gedor pintu WC majikannya.

DOR... DOR... DOR..

"Bocchan! Bocchan! Ada surat!"

"Eh butler bego! Gue lagi boker anying! Tenang dikit napa! Noh kan airnya jadi kena baju gue kamvret!"

"Maafkan saya Bocchan, tapi ada surat penting tiba pagi ini!"

"Duli amat ama surat, penting biarin gue tenang dulu!"

"Yes my lord."

"Luh di sana cuma bisa ngomong yes my lord mulu kamvret!"

"Ya gue serba salah," ucap Sebastian lirih agar tidak terdengar sang majikan kejamnya.

Tak berapa lama, Ciel keluar dari WC.

"Bocchan ada surat," ucap Sebastian pada sang majikan.

"Iya gue dah tahu bego!" ucap Ciel sambil merebut kertas nistah dari Sebastian.

Sebastian hanya bisa bengong melihat kelakuan majikan nistanya itu. Ciel membaca surat itu.

"WTF NJER!!! Demi kucing terbang Eropa yang diculik Iblis lucknut!" Ciel misuh-misuh gaje.

"Bocchan, kucing ndak bisa terbang loh."

"Diem luh ato gue gampar!"

"..."

"Nih surat adalah akhir dari kita njer!"

"Emang isinya apaan Bocchan?"

"Kita menjadi sasaran terakhir mereka, bersama Matsuri, Sari, dan trio stres itu," jelas Ciel.

"Maksud Bocchan trio shinigami sarap? Wow mereka berani ya mau membunuh shinigami."

"Itu karena mereka bodoh."

"Jadi apa rencana kita selanjutnya Bocchan?"

"Kita akan mengikuti permainan mereka dan akhirnya menjadi pemenang, mari kita pikirkan agar kita menang," ucap Ciel sambil menyeringai mirip orgil.

"Yes my lord."

Sementara Ciel dan Sebastian memikirkan rencana gila mereka selanjutnya, kita lihat apa yang dilakukan trio sarap.

"Senpai ada surat!" teriak Ronald dengan nada malas sambil memakai headshet.

"Surat apaan?" tanggap William malas sambil tiduran di kursi bobrok.

"Bentar, belum dibaca," ucap Ronald sambil membuka amplop surat dan membacanya cepat-cepat.

"Paling juga kagak penting," tanggap Grell sambil makan pasta gigi.

"Kagak penting yourhead," ucap William malas.

"Ah anu senpai, isinya mengatakan kita diundang makan malam bersama kepala sekolah dan anak yang lulus lainnya," Ronald menerangkan apa yang dibacanya.

"Oh jadi mereka mau bunuh kita yak, bagus-bagus, mereka berani ya mau ngebunuh shinigami macam kita ini," ucap William.

"Jelas berani hyhyhy... secara kalian bertiga bodoh bin sarap semua hyhyhy," ucap Undertaker yang tiba-tiba ada di situ.

"Eh kakek kamvret! Ngapain luh tiba-tiba di sini?! Pergi sono kalau kerjaan luh cuma mau menghina kita-kita! Sono pergi hus hus" usir William bak mengusir kucing garong.

"Jyah... gue juga mau pulang ke rumah, di sini gue udah ga ada kerjaan juga, bye..." kata Undertaker sambil menghilang.

"Coeg ilang, ah... no problem lah, artinya kan entaran gak ada tuh Mbah, gampang lah..."

Akatsuki High SchoolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang