Hari mulai siang. Terlihat sekelompok orang norak bin kuker duduk-duduk di restoran. Tampaknya mereka menantikan kedatangan sang tercinta. Para Akatsuki janjian di restoran jam 7 pagi. Tapi tampaknya sampai siang orang yang ditunggu tidak datang.
"Kakuzu kemana njay, udah ditunggu berjam-jam ndak nongol, jangan bilang dia mati ditabrak unta di tengah jalan, Hidan juga mana, blom dateng juga," ucap Pain dengan sangat gaje.
"Mungkin mereka lagi perawatan Pain, biar cantik," tanggap Deidara asal.
"Njay mereka bukan hode, hode mah luh, hode kamvret penuh dosa," hina Pain.
"Njer gue emang hode, tapi gue hode suci, emang apa sih salah gue Pain?" Deidara mengakui bung.
"Salah luh tidak bisa dihitung walo menggunakan sebongkah upil."
"Njer! Atau mungkin mereka lagi anu kali Pain," ucap Deidara ngasal.
"Anu apaan? Ngitung duit bareng?"
"Jyah... si Pain mesum ini rupanya sekarang lagi sok polos!"
"Dedek memang polos kaka, dede kan masih kecil :3" ucapan ini langsung membuat Deidara jijik dan langsung menendang muka Pain dengan indah.
"Jijay eeuh..."
"Wanjir!"
"Sudah-sudah, palingan Hidan lagi nyeret Kakuz WC itu kemari," ucap Tobi yang otaknya tiba-tiba waras.
"Napa pula tuh Kakuz diseret?"
"Ya dia ndak mau kesini, ndak mau keluar duit," ucap Itachi tiba-tiba sambil mainan hp.
Tidak berapa lama, muncul Kakuzu dan Hidan yang sudah babak belur. Hidan tampak menyeret Kakuzu walau kepalanya copot mirip mainan siap dimasukin tong sampah. Kakuzu sendiri bajunya dah robek-robek mirip orgil. Jantungnya kececer.
"Eh astogeh kalian berdua abis ngapain? Abis digebuki warga karena maling jemuran? Atau abis kena demo warga untuk memiskinkan rakyat? Atau-"
"Shut up Pain! Nih Kakuz busuk ndak mau keluar duit, akhirnya kami berdua berantem habis-habisan hahaha!" ucap kepala Hidan yang memotong ucapan Pain.
"Pantesan..."
"Gue ndak mau keluar duit pokoknya!" ucap Kakuzu.
"Ya udah sini gue bayarin," ucap Itachi sambil mainan IG. Dia lagi membuka IG mimi peri.
Semua mata langsung tertuju pada Itachi.
"Beneran nih Chi?"
"Ndak... bohongan, ya beneran lah..."
"Asyik!"
Tak berapa lama, datanglah pelayan. Pelayannya cewek. Rambutnya pirang. Badannya bohay. Membuat Pain jatuh cinta sesaat.
"Mau pesan apa Tuan dan Nyonya?"
"Maaf, gue belom jadi emak-emak, jadi ndak pantes disebut Nyonya," protes Konan.
"Ya sudah saya ulangi... mau pesan apa Lord and Lady?"
"Nah gitu lebih baik," ucap Konan sambil melihat buku menu.
"Aku mau pesan loli saja!" ucap Tobi.
"Awas Tobi, nanti luh tercyducks polisi... yah, walaupun saya lebih bahagia jika itu terjadi" ucap Deidara.
"Tercyducks itu apa senpai?" tanya Tobi dengan ogeb nya.
"Au ah gelap."
"Oh jadi tercyducks itu gelap?"
"Bukan bego! Maksudnya ditangkap polisi!"
"Napa juga Tobi ditangkap.. kan cuma pesen permen lolipop."
KAMU SEDANG MEMBACA
Akatsuki High School
Fiksi PenggemarMencoba membuat crossover antara Naruto dan Kuroshitsuji. Jadi Ciel mendapat perintah dari sang Ratu seperti biasa. Apa perintahnya? Baca sendiri. Disclaimer : Masashi Kishimoto dan Yana Toboso Author : Naori17 Rated : T Genre : Humor Warning : OOC...
