Eunji tidak dapat mengalihkan pandangannya dari pria yang duduk 3 bangku di depannya,namun pria itu tidak sedikit pun melirik Eunji mata pria itu terus saja terfokus pada guru yang sedang menerangkan materi fisika di depan kelas. Pikirannya menerawang kembali pada kejadian 2 hari yang lalu ketika pria itu menemaninya ketika hari valentine, pria itu bukan pacarnya tapi dia menemaninya di hari valentine. Eunji sempat berharap bahwa pria itu akan menyatakan cinta padanya di hari itu , namun tidak terjadi apa apa. Yap, pria bernama Jun itu Sudah mengombang ambing hati Eunji.
"BOO!" tiba tiba saja lamunan Eunji di hancurkan oleh Jun yang sudah berdiri di sampingnya. Eunji yang kaget hanya bisa menenangkan jantungnya yang sepertinya sempat lepas 2 detik yang lalu.
"Kau melamun terus, pasti melamunkan ku kan?" Goda jun .
"Kau itu terlalu percaya diri, siapa yang melamunkan mu ha?".ucap Eunji tak kalah sengit. Kenapa Jun harus datang padanya sekarang dia bahkan belum merapihkan rambutnya yang sudah pasti sangat mengembang karena suhu kelas yang tinggi.
"Ke kantin yuk! Aku lapar"ujar Jun sambil menarik Eunji untuk berdiri.
"Yasudah, tapi kau yang traktir ya?"
'bersikap wajarlah Eunji, tenangkan hati mu dan berhentilah gemetar!' batin Eunji. Eunji duduk berhadapan dengan Jun di kafetaria sekolah,mereka terlihat seperti sepasang kekasih namun itu hanya harapan Eunji saja. Jantungnya terasa seperti akan keluar dari dadanya Sekarang.
Seribu pertanyaan memenuhi kepala Eunji,apakah Jun menyukainya?kenapa dia begitu baik? Kenapa dia menemaninya di saat valentine? Kenapa dia mengajaknya makan bersama?.
"Eunji wajah mu memerah..." ucap Jun sambil memegang wajah Eunji dengan kedua tangannya. Tindakan Jun tadi malah membuat pipi Eunji semakin memerah. Eunji sekarang yakin sekali bahwa Jun menyukainya .
"Apa kau Kepanasan?"
"Ah tidak aku hanya-" kalimat Eunji seketika terpotong oleh ponsel Jun yang berdering.
"Halo?"
"Ah iya aku sedang makan dikantin,kau kesini saja sekarang" Ucap Jun lalu memutuskan panggilannya.
"Siapa tadi?"
"Oh dia,tadi itu-"Ucapan Jun langsung terpotong karena tiba tiba seorang wanita mentupi matanya.
"Jun!kenapa tadi kau menutup telfon ku?aku merindukan mu jagiya"rengek wanita itu dengan manja yang jujur saja sangat memuakan bagi Eunji.
"Ah iya Eunji,perkenalkan ini pacarku Ahrae"Ucap Jun yang baru saja melepaskan kurungan tangan wanita tadi dari matanya.
'Apa aku tidak salah dengar?Pacar?'
"Jun,ternyata memang benar perkataan teman teman ku"Ucap Eunji Datar sambil memainkan garpu yang dipegangnya,rasanya ingin sekali Eunji menusuk mata Jun dengan garpu.
"Memangnya apa yang dikatakan oleh teman temanmu?" Ucap Jun dengan Senyum simpulnya yang justru semakinn meyakinkan Eunji untuk menusuk bola mata pria di depannya ini dengan garpu.Eunji bangkit dari kursinya dan hendak lekas pergi ketika Jun menghentikannya.
"Kenapa kau pergi,jangan tinggalkan kami" Ucap Jun dengan nada merengek yang dibuat buat jelas sekali dia memang ingin ditinggalkan. Dengan satu ayunan cepat Eunji meraih minumannya di meja dan menumpahkan cairan tersebut tepat diatas kepala Jun,Jus jeruk itu lantas dengan mulus mengaliri muka dan rambut blonde sempurna Jun.
"Mereka bilang bahwa kau itu pemberi harapan palsu,dan selamat menikmati Jus jeruk special dari ku"Ucap Eunji kemudian bergegas pergi meninggalkan kedua pasangan yang sedang "menikmati" jus Jeruk mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seventeen Shortfic
FanfictionCuma kumpulan Shortfic dari para Oppa oppa seventeen 😜. I'm still a newbie so please bare with all of my typos and stuff. Hope u like it :v
