"Ugggh kenapa kelas ini panas sekali,Yura ayo cepat kita keluar dari sini" Ucap Seungkwan sambil mengipasi dirinya dengan buku tulis yang baru dia keluarkan tadi.
"Iya tunggu sebentar,aku harus membereskan buku buku ku dulu"
"Ini kelas atau neraka?panasnya sama saja"Ocehan Seungkwan semakin menjadi namun Yura hanya diam sambil membereskan bukunya,karena bukan seorang Boo Seungkwan namanya jika tidak cerewet.
"Kau cerewet sekali seperti perempuan,ayo cepat aku ingin pulang" Ucap Yura singkat . Yura bangkit lalu menyampirkan ransel di punggunngnya kemudia melangkahkan kakinya menuju pintu kelas.
"Hey tunggu aku!" Ucap Seungkwan sambil berjalan menyusulnya. Yura berjalan terus tanpa memedulikan ocehan Seungkwan yang sepertinya tidak ada habisnya,mereka hendak menuju halte bis ketika seungkwan menghentikannya.
"Ayo kita ke toko Ice cream dulu,aku ingin sesuatu yang segar" Ucap Seungkwan sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah toko ice cream di seberang jalan. Yura sebenarnya sangat ingin pulang namun sepertinya Ice cream terasa menggoda untuk sekarang.
"Aku pesan rasa green tea dua" Ucap Seungkwan pada pelayan toko,mereka kemudian memilih bangku di dekat jendela . Yura menatap kearah halte bis disebrang jalan,memikirkan tugas tugas yang tadi diberikan guru sejarahnya.
"Hey kau melamun terus, jangan cueki aku" rengek Seungkwan.
"Siapa yang melamun?akuhanya sedang memikirkan tugas pelajaran Sejarah" Ucap Yura dengan sinis yang berhasil membuat namja di hadapannya itu cemberut.
"Kau ini galak sekali,untung saja kau temanku " Ucap Seungkwan sambil memanyunkan bibirnya. Jujur saja,Seungkwan memang menyukai Yura ,mereka sudah berteman dari kecil namun Yura tetaplah Yura dia akan pura pura tidak peduli jika itu menyangkut perasaan.
Akhirnya pesanan mereka datang,dua ice cream berwarna hijau pucat tersaji dengan manis dihadapan mereka. Seungkwan menyendok Ice creamnya dan mengarahkan sendok kedepan mulut Yura.
"Buka mulutmu,nanti Ice creamnya meleleh"Ucap Seungkwan sambil menggoyangkan Sendoknya di depan mulut Yura. Yura dengan malas membuka mulutnya dan membirkan ice cream rasa green tea itu meleleh dimulutnya,rasa dingin dari ice cream itu membuat badannya terasa segar.
"Seungkwan..." Ucap Yura sambil menatap bola mata namja di depannya,sedangkan Seungkwan hanya membalasnya dengan senyuman kemudian menyendendok kembali ice creamnya.
"Kau tau kan aku sudah punya pacar?" Ucap Yura yang berhasil membuat Seungkwan menghentikan kegiatannya.
"Tentu saja aku tau"
"Jika kau sudah tau,lalu kenapa kau tetap menyukai ku?" tanya Yura to the point, Seungkwan tersenyum mendengar perkataan sahabatnya lalu memalingkan pandangannya kearah jendela.
"Jika kau fikir menghilangkan perasaan itu mudah,maka kau bukan manusia Yura" Ucap Seungkwan,yang sukses membuat Yura terdiam.
"Tapi aku sudah punya pacar Seungkwan,aku mencintai pacar ku" Ucap yura ,dia dapat melihat Seungkwan mengernyit ketika dia mengatakan hal itu.
"Tenang saja Yura,aku akan menunggu. Jadi jika kalian putus tolong hubungi aku ya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Seventeen Shortfic
FanfictionCuma kumpulan Shortfic dari para Oppa oppa seventeen 😜. I'm still a newbie so please bare with all of my typos and stuff. Hope u like it :v
