Tak perlu terkejut, Kanadia tahu dan sadar jika mereka tertidur di kamar hotel hari itu, dengan diam ia memeluk kedua lututnya dan kemudian berpikir bagaimana caranya untuk sampai di rumah. Kapal sudah pasti tak ada di jam ini. Sementara Antoni sedang tertidur lelap hanya memakai boxer kuning. Entah sejak kapan pria ini melepaskan celananya. Pria aneh Bin ajaib. Dan sambil menimbang perasaan yang terasa seperti rujak itu ia harus menambah satu lagi hari di dalam kamar hotel. Kali ini tak sendiri ada seseorang disana.
Yang membuat Kanadia merasa aneh justru pada dirinya sendiri adalah bagaimana ia yang merasa nyaman dengan kehadiran Antonio. Si jantan yang sebenarnya bisa melakukan hal jahat padanya.
"Oni!! Udah jam 8, gue lapar!... ONIIIII!." Kanadia mengguncang tubuh Oni dengan gemas dan sengaja kuat, agar pria itu bangun.
"Hmmmm" walau enggan dan merasa masih mengantuk Antonio menyipitkan matanya, menghalau cahaya lampu yang terang dan terasa silau. Memaksa untuk sadar. Jika Kanadia yang tertidur lelap karena semalam bergadang itu adalah hal wajar. Tapi jika Antonio yang justru lebih lelap dari pada dirinya itu tak wajar, atau memang pria itu memang pemalas.
"Gue laper, gue mau pulang!" Suara rengek an yang terdengar manja itu membuat Antonio tersenyum. Senyum yang membuat detak jantung Kanadia berhenti, rambut yang berantakan dan wajah sembab baru bangun tidur yang diterangi oleh cahaya lampu cukup membuat pria itu berkali lipat tampannnya.
Sekali lagi wanita itu menegaskan pada dirinya untuk tidak terjebak pada wajah tampan yang tak bisa menjamin bahagianya hidup.
Sementara itu Antonio justru tersenyum manis, ia bangga mendengar kalimat rengek-an yang keluar dari mulut Kanadia si judes dan terkenal dengan si penyidir, bayangkan saja dua titel melekat pada Kanadia yang manis dan cantik. Wajah cantik bukan jaminan kelembutan seorang wanita. Itu yang harus anda percaya. Nada merengek yang hanya didengar oleh seorang ayah dari mulut anaknya, atau yang didengar kakak dari adiknya, atau didengar seorang suami dari istrinya. Ketika kita mendengar nada merengek yang kadang terasa menggelikan terlepas dari berapa usia kita, berarti artinya kita merasa nyaman dengan keberadaan seseorang.
seperti menguap pada gerbang pagi tepat di pukul lima. Atau seperti tawa yang lepas tanpa sengaja karena merasa nyaman. Merengek adalah nada spontan yang diberikan oleh seseorang yang merasa dekat dengan kita.
KRRINGG..KRRIINGG..KRIIINGG
ponsel Kanadia yang berdering khas jadul itu mengalihkan perhatiannya. Sementara Antonio memakai baju Kanadia melirik ponsel berwarna hitam tmdengan gambar setengah apel tergigit dengan cepat-cepat menjawab suara yang ada di seberang sana. Yang pastinya tak tertulis nama Bambang dengan icon smile wajah iblis. Kali ini hanya ada inisial A tertera pada layar.
"Hallo." Jawab Kanadia pelan dan mencoba untuk tenang.
"Kamu udah dimana Nad?"
"HOAAAAMMM." Antoni sengaja mengeraskan suaranya, seolah-olah agar Kanadia dan si penelepon tahu tentang keberadaannya.
"Suara siapa itu Nad?" Tanya Andre cepat, tersirat berbagai dugaan yang kini tertuduh padanya sekarang. Entah dugaan apa dan entah bagaimana cara menjelaskannya.
"Suara tetangga."
"Ka! Ayo makan, katanya lo laper, seharian bobo bareng , gue jadi LAPEERR."
TUUUTT..TUUTT..TUUUTT. Telepon langsung di putus seketika.
"ASEM LO! mau lo apa?!" Teriak Kanadia kesal.
"Gue mau makan" Jawab Antoni tak kalah kerasnya.
Ia hanya bisa menatap Oni dengan bingung, dan kemudian mengerutkan kening akibat pandangan yang tiba-tiba mengabur. Antoni dengan sigap menahan tubuh mungilnya dengan satu tangan. Seakan tahu bahwa Kanadia sebentar lagi akan tumbang.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD GIRLS
Romance(SEGERA TERBIT)"gue cuma butuh benih lo doang, one night tanpa pertanggung jawaban. lo dapaet perawan gue, gue dapat benih lo!" Kanadia Putri Wijaya. gue wanita yang menolak menikah. lain katanya takut berkomitmen. incaran gue adalah seorang vokalis...
