15. Sabar

1.2K 67 0
                                        

"I miss you my home"

Sungguh aku rindu dengan rumah ini.

"Selamat datang non. Alhamdulullah sudah sembuh bibi bahagia"

"Hehe. Bi hari ini aldi,kak zidan sama indah mau nginep. Bibi siapin minum ya"

"Siap bos" jawabnya

"Ehm kita gak disuruh masuk" sindir kak zidan

"Eh iya. Yuk"

***
"Key?"

"Ya di?"

"Lusa papa ultah. Kamu gamau dateng gitu?"

"Hmm gatau deh. Insya allah dateng kok"

"Tapii-"

"Udah lah di. Lama lama semuanya berubah kok santai aja"

"Thanks ya key" ucapnya ragu

"Thanks for what?"

"For everything"

"Paansi di lo an--"

Cup bibirnya menyentuh kening gue dan membuat gue bungkam. Dan gue gatau kenapa

***

"Jadi lo diundang ke acara ultahnya key?" Tanya kak zidan ragu

"Gitu deh kak. Tapi gue bingung"

"Lo bingung kenapa?"

"Gue takut aja. Lo tau sendiri kan. Kalo papanya gasuka sama gue" kepala gue menyender dibahu kak zidan.

Gue dan kak zidan lagi di belakang rumah. Tepatnya taman kesayangan gue yang gue rawat dari dulu sama mama.

"Key?"

"Yo?"

"Kesempatan kita ini"

"Kesempatan maksud lo?"

"Rencana kedua"

"Yang pertama aja sudah gagal. Masih mau dilanjutin gak lucu lo ah kak"

"Gue serius. Lo gak boleh pesimis"

"Trus apa rencana lo?"

"....."

"I'll try"

***

"Keyla bangun woyyy" teriak indah

"5 menit ya. Plis"

"Big no. Wake up. Keylaaaa. Kita mau ngebantu aldi bukan? Lo lupa ya"

"Gue inget kok. Selaw ae. Gue mau tidur 5 menit lagi"

"Gak boleh. Sekarang jam 9. Aldi sama kak zidan sudah makan dibawah. Lo masih molor. Ya tuhan"

"Cerewet lo. Udah ah gue mandi. Panas kuping gue pagi pagi"

"Nah gitu dong hehe"

Dasar penggangu tidur gue. Dengan polosnya dia teriak teriak bangunin gue. Trus cengar cengir kek orang bego. Dasar indah.

Oke skip

Gue sudah mandi. Tapi mata gue masih sayup sayup kawan. Gue masih ngantuk.

Gue jalan kedepan pintu kamar. Turun tangga. Agak buram ngelihat mereka bertiga makan. Dan

Bugh

"Adawww. Perut gue!!!. Lo ngapain disitu kursi. Tempat lo bukan disini"

"Hahahahaha. Dasar gila. Kursi disalahin. Aneh lo" sindir kak zidan

Goodbye (Belum di Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang