Festival Musik Manula

373 38 8
                                        

Author POV

Sinar mentari mulai merambat, menembus tirai putih jendela yang asyik berdansa karena angin. Jendela kayu itu telah dibuka oleh eohalmonie, tapi perempuan tua itu tahu anak-anak baik ini masih lelah karena perjalanan kemarin. Sehingga eohalmonie mengurungkan niatnya untuk membangunkan mereka.

"Eunghhh...dingin" terdengar suara Baekhyun merintih sembari menarik selimut tebalnya. Padahal namja itu sudah mengenakan kaos kaki panjang di kedua kakinya.

Suho mulai menggerakan kelopak matanya ketika hangatnya sinar mentari menjilati wajahnya. Ketika ia membuka matanya, ia merasa asing. Ia meningkatkan prosesor otaknya dan tersadar jika ia sedang tidak tidur di kamar biasanya. Ia melihat beberapa dedaunan kuning terbawa angin dan masuk berserakan di lantai kamar. Pagi yang tenang dan indah.

Ia mendudukan tubuh tegapnya dan melihat dua adik kelasnya yang masih terlelap. Ia melihat wajah polos Baekhyun yang meringkuk kedinginan. Wajah yang ia pandang, wajah kesepian yang menumbuhkan sebuah rasa. Sebuah rasa untuk melindunginya.

Kemudian ia tergerak untuk melihat yeoja manis yang rambutnya selalu kuncir kuda itu.

"Yeupe [cantik], tenyata ketika dia tidur telihat cantik sekali seperti dewi. Uraian rambut hitamnya yang tak terkuncir berantakan namun natural membuat wajahnya makin fotogenik" Suho berbicara di dalam hatinya dan terlihat senyumnya melebar.

"Uh..." yeoja boyish itu mengeluarkan suara dari bibir ranumnya.

"Hmmm...wajahmu terkena sinar mentari tapi kau masih ingin tidur. Aku tahu semalam kau tidak bisa tidur, kau mungkin tetap saja takut tidur bersama kami. Takut-takut kami nakal kepadamu, he he" ucap Suho seperti mencicit dan melebarkan telapak tangannya untuk menutupi wajah cantik itu.

"Hiks...Appa jangan sakiti aku seperti ini!" Baekhyun mengigau.

"Mwo!!Baekhyun" So Hyun terlonjak berdiri ketika mendengar sahabat baiknya mengaduh.

Suho hanya menatap nanar tingkah So Hyun, dua mata itu beradu. Awalnya So Hyun takut memandang mata lembut Suho, lebih tepatnya ia takut terhipnotis dan takut melakukan hal yang tidak diinginkan. Ayolah mereka sedang berada di kamar yang sama.

Namja berpiyama abu-abu itu masih tak bergeming.

"Oppa mengagetkan aku" sapa So Hyun lembut sambil perlahan kedua tangannya merapihkan rambutnya yang berantakan.

"Baekki! Kau mengigau. Ireona [Bangun]" titahnya namun namja berkaus hitam itu masih saja live di alam mimpinya.

"Ya!Baekki, kau memang kerbau" teriak So Hyun sambil menarik matras tidur Baekhyun.

"Lima menit lagi!Aku masih ngantuk"

"Ayooo!Lihat appa mu sudah tumbuh tanduk. Ia akan menyerudukmu" bohong So Hyun supaya Baekhyun bangun.

Tak perlu menunggu lima menit. Si namja kaos kaki terbangun sambil memandang sekitar. Ia menganalisa sejenak, takut-takut ini masih mimpinya.

"Ya!Hyun... Aku berharap tak memiliki istri sepertimu"

"Kau masih mimpi!Cepat bangun ini bukan rumah kita. Kita harus bantu eohalmoeni" So Hyun mengomel sambil melipat selimut miliknya.

"Kau saja!aku mau tidur lagi" rajuk Baekhyun.

"Ya!lihat saja jika kau tidur lagi. Mungkin saja kau sudah tidur di kamar mandi"

"Sheessssh....."

"Yeupeu..." ujar Suho refleks memandang mereka bertengkar.

"Mwo!" So Hyun dan Baekhyun menengok ke arah Suho bebarengan. Merasa ada kata tak semestinya terselip dipertengkaran mereka.

"Ayo siap-siap. Kita akan jalan-jalan nanti. Aku tunggu di depan" Suho mengalihkan ucapannya tadi dan berdiri melangkahkan kakinya ke luar kamar.

FIRST LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang