Sesuatu yang Salah

211 27 2
                                        

So Hyun POV

Oppa Suho... mungkin aku sudah banyak bercerita tentang namja mengagumkan itu. Bahkan tak ada yang ku benci darinya,  sedari dulu. Semua orang mencintainya. Ah, ia terlalu sempurna untuk disebut manusia.

Tuh kan,  hatiku saja masih menghangat memikirkannya.  Apa perlu aku rincikan betapa indahnya dia. 

Proporsi wajah simetris-tampan,  terkadang terkesan dingin. Dingin yang keren, membuat pesona misteriusnya menarik para wanita menjadi penasaran. Namun jika ia tersenyum, manis sekali seperti mengecap kembang gula.  Seakan perasaan nyaman dan damai menyelubungimu. Kulitnya halus nan putih,  bibirnya ranum,  wangi tubuh yang khas dan menempel di indra penciumanmu. Jika ia mengeluarkan kata,  kamu tahu suara oppa indah dan pasti ia dapat bernyanyi. Bahasa tubuhnya membuatmu ingin memeluk tubuh tegapnya dari belakang. Dia terlalu mudah untuk membuat kita luluh, untuk merindunya dan menantikan pesonanya lagi dan lagi.

Hah~ternyata begitu dahsyat efek jatuh cinta pertamaku. Ini bukan sesuatu yang salah kan.

Entah semakin lama aku mencoba untuk menghilangkan semua pesona oppa Suho yang terlanjur terpatri,  semakin mudah pula semua ingatan tentangnya menyeruak dari alam bawah sadarku.

"Aigooo...!" desahku kasar diantara napas lelah.

"Pardon me,  eonii" (Maaf, Kakak) Shinta menyapaku heran.

"Nothing!" (Tidak apa-apa)  senyumku padanya. Aku geli sendiri dengan diriku yang tak bisa move on ini.

.
.
.

Kami, segerombolan pemuda pecinta lingkungan dari berbagai negara di dunia, melewati dataran tinggi yang cukup terjal ke arah pantai. Yah, setelah dua hari kami belajar bersama tentang issue lingkungan dan penanganannya.

Metode solusi sampah dengan metode 3R (Reduce /mengurangi,  Reuse /penggunaan kembali,  dan Recycle /daur ulang).

Air bersih dengan metode purification atau pemurnian dengan teknologi tepat guna, Kotoran manusia dan hewan, penggundulan hutan dan sekarang yang kami lakukan adalah menanam kembali hutan bakau yang rusak akibat tangan- tangan manusia yang tak bertanggung jawab. 

Yah, yang kami tunggu datang juga. Berinteraksi dengan alam.  Betul sekali,  Indonesia memang seperti permata.  Indah sekali.

Kilatan-kilatan cahaya mentari menembus rerimbun daun hutan hujan basah ini.  Aku suka sekali wangi hutan,  segar.  Seakan ini adalah udara penyembuhan.  Membuatku mencandu.

Krik...krik...

Ditambah instrumen hutan yang indah,  para serangga meringkik namun membuat hati pendengarnya tenang dan begitu murni. Serdadu air mengalir dari hulu ke hilir yang ikut mendinginkan pikiran berkecamuk.

Ah, aku melihat berbagai monyet berhidung panjang (bekantan/hewan khas Kalimantan)  lompat kesana kemari di ranting pohon yang tinggi.  Antara dia senang dengan kedatangan kami atau mereka merasa terusik karena kami melewati wilayah teritorial mereka. Kanan kiri banyak pohon dengan batang yang besar sekali,  mungkin ini pohon ratusan tahun. Yang pasti semua aneka flora yang ada ini tak ku temukan di Korea.  Harusnya aku mengajak Baekhyun kemari.  Pasti ia seperti anak kecil kegirangan,  ingatkan peristiwa kami berlibur di rumah eohalmonie Oppa Suho.

Ah, Kapan Baeki menjadi pria dewasa?

Tap... tap... tap...

Hihihihi

Hah, terlihat gadis kecil berlari masuk ke arah perkebunan Hevea Braziliensis alias pohon karet.  Dia tertawa begitu senang.  Mungkin itu anak salah satu pekebun yang memanen getah karet.  Kata Shinta,  mereka biasanya memanen karet itu per minggu.  Aku baru tahu,  jadi ban mobil,  karet gelang rambutku,  bola karet dan semua benda berkaret berasal dari pohon itu.

FIRST LOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang