Feminisme

316 30 12
                                        

Satu Minggu Kemudian

Kantin SOPA

So Hyun POV

Sejak liburan, kami bertiga seperti merasa menemukan 'sesuatu'. Sesuatu itu seperti sebuah perasaan baru, dimana aku merasa 'momen bertemu mereka (Baekki dan Oppa Suho)' adalah hal yang sangat aku nantikan. Berbeda dengan perasaan sebelumnya. Padahal baru beberapa bulan kami akrab dengan oppa Suho. Jika dipersonifikasikan rasa itu seperti asap lembut berwarna pink saling menaut dan klik mengunci keluar dari tubuh kami - mengeluarkan energi sayang *lebay. Ah, memang agak sedikit susah untuk mendeskripsikan kedekatan kami ini.

"Ini!" kataku lugas sambil menyodorkan kotak makanan berbahan tembikar.

"Apa ini?" tanya namja berwajah 'Kukedee' itu. (Istilah bahasa Jepang, dipopulerkan manga artinya sifatnya cool dan berwajah tenang).

"Kue beras, oppa mau?" jelasku pelan tidak ingin mengusik ketenangan kantin siang ini.

"Tentu, gomawo. Kau yang membuatnya" tanyanya dengan tangan kurus berototnya yang sibuk memilih kue beras, sambil beberapa kali menyeruput yogurt rasa melon favoritnya itu.

"Soh Hyun dapat memasak. Sungguh! Itu sebuah keajaiban Hyung, hahahaha" tawa Baekki menggelegar membuat setiap siswa yang sibuk dengan makan siangnya melirik kami.

Ku tarik telinga namja humoris itu sambil menyumbat mulut lebarnya dengan kue beras.

Para namja hanya melirik apatis, berbeda dengan para yeoja yang melihat sinis. Apalagi Sora dan Ji Hyun yang tak suka kedekatanku dengan oppa Suho.

"Aku doakan yeoja ber-hanbook putih yang tinggal di rumah oehalmoniem itu mengganggumu mandi lagi" aku menatap horror.

Baeki menciut. Akhirnya ia diam juga. Dasar penakut!

"Kamu memang sesuatu" lirih Oppa Suho mengataiku.

"Pengumuman.... Dalam
Menyambut Bulan Cinta, semua siswa SOPA diharapkan hadir ya... di acara Festival Bulan Cinta. Malamnya ada malam couple. Jangan sampai kelewatan game makan malam romantis. Salam Cinta dari studio 9 SOPA , saya Choi Se Ra pamit" seorang presenter sekolah di dalam layar LCD berukuran kurang lebih 60 inch berceloteh riang.

Semua siswa mengakhiri tatapan fokus ke layar yang terpajang di salah satu dinding kantin SOPA itu dan mulai berimajinasi. Para namja berkhayal siapa yang akan mereka ajak. Para yeoja berkhayal dress code apa yang mesti mereka kenakan. Tapi tidak denganku dan Baekki. Kami selalu menjadi pasangan. Baeki memang penyelamatku. Aku tahu banyak yeoja yang naksir namja manis ini. Tapi ia memilihku agar aku tidak di bully berbulan-bulan oleh gank Ji Hyun dan So Ra. Sedangkan oppa, aku tahu ia nyaris tidak pernah hadir di acara Festival Sekolah.

"Baekki.... " aku berujar manja memandangnya.

Tatapannya berubah sinis dan paham aku memohon padanya untuk menjadi couple-ku.

"Ya! Itu lebih baik dari pada yeoja berhanbook putih itu yang berdansa denganku" balas Baekki memandang kesal tapi aku tak peduli.

"Oh ya, aku duluan! Tugasku belum selesai" aku tegak sekaligus orange juice di hadapanku.

"Kajja, kita pergi juga ke perpustakaan" ajak oppa pada Baekki.

Aku berlari kecil ke arah lorong menuju perpustakaan hingga tak sadar smartphone ku terlonjak dari saku seragamku.

Prakkk!

Dari balik pintu, dua orang yang selalu menertawaiku itu pun mulai beraksi kembali.

"Hei! So Hyun, unlike lady"

FIRST LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang