Who is she

851 56 4
                                        

"Ban! kayaknya gue gak ikut latihan basket yah, gue pengen jemput adek gue," ucap Rizky sambil berjalan menuju parkir mobil.

"Yah udah, sanaa gih."

"Kak Bani!" teriak seorang wanita dari balik punggungnya.

"Kenapa?" tanya Arbani setelah melihat Chelia.

"mau latihan basket kan kak?" tanya Chelia.

"Iya, ada apa ya?"

"hem, Aku bisa nebeng gak kak? aku juga ada latihan Chears soalnya."

"Gimana yah," ucap Arbani sedikit berfikir.

"boleh yah, kan tempat latihan kakak sama tuh tempat latihan aku."

"Tapi. . ." ucap Arbani terpotong.

"Please," dengan wajah memelasnya.

"ya udah deh," ujar Arbani pasrah.

setiba mereka di lapangan, mereka saat ini menjadi pusat perhatian, apa lagi anak basket yang tidak pernah melihat Arbani membonceng seorang wanita.

"kok mereka pada ngeliatin kita ya?" tanya Chelia saat turun dari motor Arbani.

"mana gue tau," jawab Arbani cuek.

Chelia meninggalkan Arbani yang telah bergabung dengan teman-temannya, ia menghampiri Dilla beserta anggota Chears lainnya.

"kok bisa sih lo barengan kak Arbani?" tanya Dilla kepo.

"Yah bisalah, Chelia gitu loh, sekarang gue udah bisa nebeng sama kak Arbani, dan kita liat aja besoknya ," jawab Chelia dengan muka penuh percaya diri.

🍃🍃🍃

"Gimana Fa! udah berapa kampus yang lo udah liat-liat?" tanya Rizky di dalam mobil.

"baru 4 kampus sih kak, cuman gue belum nemu yang srek nih," jawab Zulfa.

"kan lo belum kekampus gue Fa! gimana kalau besok lo kesana ? gue jamin deh, lo bakal betah kuliah di sana."

"Liat aja besok kak, asal gak ada aja orang yang SUMO kayak lo kak," ujar Zulfa lalu terkekeh.

"apaan tuh? SUMO?"

"Yaelah Kak, Susah Move on," ledek Zulfa.

"Njirr, kurang asem lo yah."

Seperti yang di bicarakan kemarin, pagi ini Zulfa bergegas untuk kekampus Rizky.

"udah siap Fa?" tanya Rizky di atas meja makan.

"udah dong kak, yuk berangkat."

setiba mereka di kampus, Rizky langsung masuk ke dalam kelas karena dosen yang akan mengajar, akan segera masuk.

Zulfa berjalan memasuki koridor kampus itu sambil melihat-lihat di sekelilingnya.

"lumayan gede' sih kampusnya," ucap Zulfa sambil berjalan.

"Tapi toiletnya dimana ya?" lanjut Zulfa.

Zulfa terus berjalan, hingga akhirnya melihat papan petunjuk yang mengarahkan ke Toilet.

"aha! itu dia," ucap Zulfa lalu segera masuk.

"Aaaaggggghhhh!" teriak Zulfa setelah masuk ke dalam toilet itu sambil menutup kedua matanya dengan telapak tangannya.

berapa detik, ia langsung keluar dari toilet itu dan membuka matanya dengan mengatur nafasnya.

"Ngapain lo tadi di dalam? pengen ngintip lo ya?" Sahut Pria yang keluar dari toilet.

Sepotong Hati Yang BaruCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang