New friend

762 77 14
                                        

Rizky Side.

Teriknya matahari dari arah luar jendela kamarku, kini menyinari di setiap sudut kamarku dan menyilaukan mataku, alhasil membuatku terbangun dari tidur lelapku.

"Shit! Siapa sih yang ngebuka jendela kamar gue?" Ucapku setelah membuka mataku sepotong.

Kutarik selimut yang membaluti tubuhku, agar pancaran matahari itu tidak lagi menyilaukan mataku.

Tok! Tok! Tok! Suara ketukan kamarku.

"Masuk!" Sahutku.

"Lah! Lo belum bangun Ky?" Tanya Arbani setelah masuk kedalam kamarku.

Kubuka selimutku perlahan dan menatap wajah Arbani.

"Ehh lo ban! Iya nih, ngantuk banget gue."

"Emang semalam lo ngapain?" Tanyanya Arbani lagi lalu duduk di atas tempat tidurku.

"Biasa, gue lagi dengerin curhatan adek gue."

"Ohh, sepupu lo itu?"

"Iya."

"Kirain lo mikirin Mika," Ujar Arbani.

"Selama masih punya banyak stock gebetan, ngapain juga mikirin dia apa lagi balikan lagi sama mantan ! ?" Celoteh Rizky lalu beranjak masuk ke dalam kamar mandi.

"Jiiiaaah, paling cuman di mulut doang, padahal pengen banget tuh ketemu sama Mika, sayang sih Mika gak di Indonesia."

"Sekali lagi nyebut nama dia, gue siram nih pake air," teriak Rizky dari dalam kamar mandi.

Arbani berjalan menuju jendela kamar Rizky dan mulai membuka pintu jendelanya, terdapat sebuah balkon rumah yang lumayan untuk di tempati saat sedang butuh inspirasi dan di sini juga bagus buat ngambil objek sunset, hanya saja Rizky tidak begitu menyukai sunset.
Arbani mengamati setiap rumah yang berada di hadapannya.

"Woy, ngapain lo di luar? Ngelamun ya?" Sahut Rizky sambil menepuk pundakku.

"Elah, masih pagi juga, gue cuman liat-liat aja sih, ternyata balkon kamar lo bagus ya, sayang di kamar gue gak ada balkon."

"Gak usah baper deehh, yuk ahh, entar telat lagi," ajak Rizky.

Setiba mereka di kampus, seperti biasanya Arbani selalu di hadang oleh para fansnya.

"Bani! Bentar lagi kan bakal penerimaan mahasiswa baru tuh, terus gue butuh nih sepatu baru buat nyambut adek-adek junior kita, lo mau gak nemenin gue?" Ucap Tika salah satu Fakultas Kedokteran.

"Sorry, gue juga sibuk nyiapain diri buat UTS," jawab Arbani lalu meninggalkan Tika.

"Pagi Rizky," sapa Mira yang satu kelas dengan Tika.

"Ehh Mira, pagi juga, kamu ngapain di sini?" Tanya Rizky setelah menghentikan langkahnya.

"Nungguin kamu dong."

"Ohh nungguin aku? Wah beruntung banget ya aku."

Arbani yang sejak tadi melihat tingkah Rizky dan Mira hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ehh Ky, gue duluan ya, gue bukan obat nyamuk ye di sini," ucap Arbani lalu berjalan meninggalkan Rizky.

                                 ****

Di dalam kamarnya Zulfa harap-harap cemas dengan pengumuman kelulusan memasuki perguruan tinggi.
Ia takut jika ia tidak lolos di universitas yang ia inginkan.

"Duhh, kok lama banget yak jam 12," ucap Zulfa sambil berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.

Sesekali Zulfa melihat jam yang ada di pergelangan tangan kirinya.
Zulfa melakukan aktivitas agar ia tidak memikirkan tentang pengumuman yang akan keluar sebentar lagi.
45 menit berlalu, Zulfs berbegas membuka Laptopnya dan membuka situs web kampus UPRI.
Setelah Zulfa memasukkan nomor pesertanya, sedikit demi sedikit ia mulai membuka kedua matanya yang sejak tadi ia tutup.
Betapa senangnya ia setelah mendapati nama dan nomor pesertanya berada di keterangan lulus.

Sepotong Hati Yang BaruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang