Is The Best

1.2K 70 4
                                        

Setelah bertemu dengan Chiko, pria yang mengajakku bertemu di taman, aku masih tidak habis pikir, bagaimana bisa kata-kata yang ku lontarkan sangat tepat mengenai sasaran, sedangkan, aku sendiri yang mengalami kegagalan dalam bercinta belum bisa menemukan solusi untuk diriku sendiri.
Banyak yang berdatangan padaku, meminta saran atau sekedar bercerita tentang kisah cintanya.

Aku masih berjalan sambil menundukkan kepalaku kebawah, mengingat ucapan terakhirku pada Chiko.

Memang sulit melupakan pengkhianatannya, tapi tetap lebih mudah daripada terus hidup dalam kepalsuan bersamanya.

Kisah cintaku dan kisah cintanya hampir sama, hanya saja aku telah mempersiapkan semuanya sedang Chiko masih merencanakannya.

"Woy bro, muka lo kenapa?" Sahut Rizky setibaku di depan pintu rumahku.

"Ada apa lo kerumah gue?" Tanyaku setelah melihanya.

"Gak ada apa-apa sih, cuman tadi gue habis ke rumah teman, terus mampir deeh kerumah lo."

"Teman? Cewek?" Tanyaku lalu duduk di sampingnya.

"Yoi bro," jawabnya santai.

"Udah bisa gue tebak nih."

"Gue mau nanya deeh sama lo," tanyaku lalu menatapnya.

"Apaan?"

"Kok lo gak pernah ngangap mereka cewek lo sih?"

"Emang mereka bukan cewek gue, mereka cuman teman gue."

"Tapi tiap lo kek gini sama cewek, lo selalu aja ngegantungi status mereka."

"Masa2 PDKT tuh kadang jauuuh lebih indah ketimbang pas udah jadian, itu sebabnya kadang orang lebih suka diPHP'in, yakaliii."

"Lo nih bisa aja ngejawab, ngomong aja kalau lo cuman pengen main-main sama mereka."

Rizky hanya terdiam mendengar ucapanku, matanya beralih keluar pintu rumah, entah apa yang ia pikirkan sebenarnya, meskipun aku tahu penyebab atas sikapnya selama ini.

"lo kenapa? ada omongan gue yang nyinggung lo yak?" tanyaku padanya sambil menepuk bahunya.

"gak kok Ban! santai aja kali, gue bukan cewek yaa, yang dikit-dikit ngambek," ujar Rizky.

"Iya deh, gue tau kok, lo gak ambekkan orang, lo kan sahabat gue yang paling baik, sedunia," ucapku di sertai senyum.

"Ehh! lo jangan sampai ada pikiran yaa bakal meluk gue, jijik gue."

"Ya elah Ki! gue kangen kali sama lo," aku langsung memeluknya dan di hadang oleh Rizky.

"udah ya, gue mau pulang, Bye," ujar Rizky setelah berdiri dari sofa Arbani.

Arbani hanya tersenyum melihat sahabatnya itu berlalu.

***

Rizky Side.

Punya sahabat yang nasibnya hampir sama, kalau di ingat-ingat lucu juga, bahkan kejadian ini yang membuat kami berdua menjadi sahabat sampai saat ini.
Alysa, wanita yang berhasil membuat Arbani terpuruk sampai saat ini dan Mika? wanita yang ngebuat gue gak percaya yang namanya cewek, alhasil hidup gue saat ini jadi begini.
kalau di pikir-pikir sih, termasuk wanita beruntung mereka yang bisa dapetin cinta gue dan Cinta Arbani, bahkan wanita di luaran sana gak bisa gantiin posisi kalian.

pikiran itu masih melayang-layang di kepala Rizky yang sedang duduk di atas kasurnya dengan gitar yang di pangkunya.

ke esokan paginya Rizky terbangun membuka perlahan matanya dan betapa kagetnya ia setelah mendapati wajah Arbani di hadapannya.

Sepotong Hati Yang BaruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang