Waktu yang tunggu-tunggu akhirnya tiba juga, sesi ospek hari ini selesai, dan mereka resmi menyandang status Mahasiswa.
"Alhamdulillah, akhirnya besok udah bisa ngerasain jadi mahasiswa," ucap Zulfa lalu melangkah dari aula, langkah ke2 Zulfa terhenti dan mengingat bahwa ia harus membersihkan toilet cewek.
Zulfa membalik arah berjalan menuju toilet.
Dengan wajah yang ceria, Zulfa mulai membersihkan di awali dengan melap cermin.
Klopp!
Seorang wanita masuk ke dalam toilet itu dengan perlahan membuka knop pintu, dari dalam Zulfa menatap pintu itu hingga melihat siapa yang berada di balik pintu.
"Lah, lo? Ngapain di sini?" Tanyanya.
"Gue kirain siapa, kaget gue, biasa tadi kan gue ngilangin mangga senior, jadi gue di hukum dah," jawab Zulfa.
"Kasian juga sih lo, gue bantuin ya?" Ajaknya.
"Gak usah, kotor tau, kalau gue mah gak apa-apa, gue udah biasa," ujar Zulfa.
"Santai elah!"
Zulfa membalas dengan senyum manis di wajahnya, dari awal pertemuan hingga pertemuan kedua kalinya, mereka bahkan tidak saling mengenal, tau namapun tidak.
"Makasih loh ya, udah bantuin gue," ucap Zulfa di depan gerbang kampus.
"Sama-sama, lo juga tadi udah baik sama gue."
"Kita belum sempat kenalan loh, nama gue Zulfa," sambil mengulurkan tangannya.
"Ohiya ya, sampai lupa nih, gue Shinta," membalas uluran tangan Zulfa dan mereka saling berjabat tangan di sertai senyum manis di wajah masing-masing.
***
Rizky memikirkan perkataan sahabatnya tadi, dan ada benarnya juga, ia memutuskan untuk kembali menunggu di halte bus, berharap bisa bertemu dengan gadis mata indah itu.
Setelah menunggu beberapa jam, Rizky pun tidak menemukan wanita itu, ia hampir putus asa, tapi ia ingat bahwa ia pernah melihatnya di taman, bisa saja jika wanita itu berada di sana.
Rizky berlari mencari taxi segera mungkin.
"Di sini nih, gue liat cewek itu, tapi dimana ya sekarang!" Tanya Rizky dengan memutar kepalanya.
"Dimana sih lo?" Tanyanya lagi sambil berjalan mengelilingi taman itu.
Rizky sepertinya lelah, ia memutuskan untuk berhenti berjalan, tapi dari kejauhan Rizky melihat seorang wanita yang sedang menangis, entah apa yang membuat wanita itu menangis.
Dengan perlahan Rizky melangkahkan kakinya mendekati wanita itu, ia duduk tepat di samping wanita itu.
"jatuh cintalah pada seseorang yang memberimu senyum kebahagiaan bukannya tangis kesedihan," ucap Rizky sambil mengulurkan sapu tangannya.
Wanita itu menghentikan tangisannya dan menatap wajah Rizky yang memberinya sapu tangan.
"Makasih perhatiannya, tapi lo kayaknya sok tau," ucap Wanita itu.
Wajah Rizky berubah drastis dan menatap wajah wanita itu.
"Astaga, emang kayaknya kita berjodoh," Gumam Rizky.
"Sorry, aku harus pergi," ucap wanita itu.
"Pergi? Pergi kemana?" Tanya Rizky.
"Aku mau pulang! Udah sore," jawab wanita itu.
"Ya ampun, suaranya, lembut banget," Gumam Rizky.
"Muka Kamu kenapa?"
Rizky semakin salting dengan tingkahnya yang terlihat idiot di depan wanita yang ia cari-cari dari tadi pagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sepotong Hati Yang Baru
RomanceKita hanya punya sepotong hati, bukan ? Satu-satunya. Lantas bagaimana kalau hati itu terluka ? Disakiti justru oleh orang yang kita cinta ? Aduh, apakah kita bisa mengobatinya ? Apakah luka itu bisa pulih tanpa bekas ? Atau jangan-jangan, kita haru...
