Tokyo Center Hospital
Sasuke langkahnya cepat dengan tetap waspada akan sekitarnya. Melihat keadaan yang pengap, penuh asap dan kobaran api mendekat kearahnya. Berusaha menajamkan mata dan telinga untuk mewaspadakan diri di sekitar. Memfokuskan pandangan apakah ada korban lagi yang dikatakan anak-anak tadi. Dari jarak sekitar 5 meter, Sasuke melihat seseorang berbaring, bukan seorang wanita tepatnya.
Wajah nya tidak terlihat jelas karena banyak asap, namun rambut nya yang mencolok dan langka mengingatkan Sasuke akan seseorang.
'Sakura? Mungkin kah?' gumam Sasuke dalam hati.
Mendekat dengan cepat kearah seseorang yang berbaring memastikan semoga bukan seseorang yang sekarang dia pikirkan. Saat mendekat harapan itu sirna karena di depan nya terbaring lemas seseorang yang sekarang ada dalam pikiran nya.
"Sakura!! Sakura.. Apa kau mendengarku?" Menyanggah bahu Sakura dengan lengan nya dan menepuk pipi Sakura dengan agak keras.
"Sakura?!! Tch sialan!!"
Melingkarkan lengan nya di bahu dan lipatan paha Sakura, wajah Sakura ia letakan di perpotongan lehernya, berdiri menggendong Sakura lalu berlari menghindari atap dan kobaran api yang membesar.
"Shikamaru! Siapkan para medis, Sakura tak sadarkan diri!." Perintah Sasuke melalui wireless.
Berlari cepat membawa tubuh Sakura, Sasuke terus memperhatikan wajah Sakura yang tak sadarkan diri. Hingga tikungan ia melihat pemadam kebakaran mendekat kearahnya. Sasuke berlari dan berlari lalu melihat Naruto dan yang lain nya berwajah panik menghampiri dirinya.
"Oh Tuhan, Sakura apa yang terjadi!" Ino berseru panik
"Sakura..." Hinata juga datang, dengan nada lemas.
Sasuke membaringkan tubuh Sakura di ubin rumah sakit yang jauh dari jangkauan kebakaran. Keadaan darurat tidak memungkinkan untuk membaringkan Sakura ditempat nyaman. Dengan cepat Sasuke membuka jas hitamnya, menggulungnya untuk menjadi penyanggah kepala Sakura.
Ino membantu Sasuke memeriksa keadaan Sakura. Dengan cepat Ino buka mantel Sakura memeriksa keadaan napas, denyut nadi. Hasilnya lemah dan napas yang tidak terdengar.
"Oh tidak tidak. Sakura bangun hey SAKURA!!" Teriak panik Ino, membuat yang lain nya panik. Sasuke biasa nya berwajah datar kini merasakan kepanikan tersebut.
"Ino ada apa?" Tanya cepat Hinata.
"Saku.. ra.. ia tidak bernapas dan denyut nadi nya lemah!" Ino mencoba pertolongan pertama yang ia bisa dengan memompa dada Sakura beberapa kali, kemudian mendengarkan napas Sakura terdengar atau tidak, namun nihil belum terjadi apa-apa dengan Sakura.
Ino mengulanginya lagi.
"Ayo Sakura bangunlah kumohon... Hiks" Ino memompa dada Sakura dengan isakan nya.
Melihat itu Sasuke refkek mendekatkan wajah nya ke Sakura, memberikan napas buatan untuk Sakura melalui mulut nya. Menutup hidung Sakura dan menghembuskan napas sebanyak-banyaknya ke dalam paru-paru Sakura.
Semua yang melihat itu hanya diam dengan wajah bingung, kaget, Inopun sempat berhenti memompa dada Sakura melihat adegan di depan matanya.
Sasuke bukan tidak menyadari itu, merasa tidak ada tekanan di dada Sakura ia menoleh.
"Ino, kau tekan dadanya dan aku akan memberikan napas buatan dalam hitungan ke 3 bersama-sama." Perintah tegas Sasuke.
Ino menganggukan kepalanya untuk menuruti perkataan Sasuke.
"Oke. Hitungan ketiga, bersama-sama"
Ino dan Sasuke melakukan bersama-sama. Tekan, beri napas buatan, tekan beri napas buatan. Hingga beberapa kali mereka lakukan bersama-sama. Naruto, Hinata dan Sai hanya diam berdoa semoga teman nya ini selamat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Script Or Destiny
Fiksyen Peminat[1] Akankah cinta itu ada diantara mereka yang tidak mengenal satu sama lain. Dipertemukan saat keadaan yang mereka tidak bisa tebak. Atau hanya sebuah rencana yang dibuat anak manusia ini. -Haruno Sakura -Uchiha Sasuke Note : judul per chapter itu...
