Mobil hitam itu menghentikan lajunya disebuah rumah bergaya Jepang modern. Pengemudi mobil tersebut menoleh kearah duduknya penumpang yang ia kenal, yang tadi ia temui tidak sengaja dijalanan dengan keadaan cukup memprihatinkan. Luka dimana-mana dengan baju berantakan.
"Sakura" ucap Gaara.
"Terima kasih telah mengantarkanku. Selamat malam" balas Sakura tanpa menoleh kelawan bicaranya dan siap untuk keluar dari mobil tersebut.
"Apa kau masih membenciku?" Tanya Gaara tiba-tiba. Pria bermata jade itu menatap punggung Sakura yang membelakanginya.
"Aku sudah melupakannya" jawab Sakura.
"Tidak bisakah kita bicara dan memperbaiki semuanya?"
Sakura akhirnya menoleh dengan tatapan datar kearah Gaara.
"Aku tidak ingin membahasnya, dan lupakan jika kita pernah bertemu hari ini." Sakura keluar dari mobil dan berjalan terseok menuju pintu untuk memencet bel rumah bergaya Jepang tersebut. Hingga seseorang keluar dan mempersilahkannya masuk.
Mobil Gaara masih terparkir cantik disana. Pikirannya menerawang jauh kemana-mana melihat keadaan Sakura tadi. Dengan terpaksa akhirnya mobil itu pergi meninggalkan jejak ban diaspal. Sebenarnya apa hubungan antara Sakura dan Gaara?
©©©©
Sakura masuk kerumah tersebut dengan dibantu seorang pelayan karena jalannya cukup sulit, kakinya terluka karena pecahan beling sebelumnnya. Tsunade sang pemilik rumah dengan wajah baru bangun tidur dengan masih mengenakan piyama.
"Sakura apa yang terjadi padamu? Oh Tuhan!" Tsunade panik melihat penampilan Sakura yang mengenaskan. Mendekati Sakura dan mencoba menyentuh luka yang mulai membiru dipipi Sakura. Luka dimana-mana, jalannyapun sedikit terseok.
Sakura sedikir menjauhkan wajahnya dari jangkauan sentuhan Tsunade.
"Nona Tsunade.. ada yang inginku sampaikan." Jeda sejenak Tsunade membimbing Sakura untuk duduk. "Madara mengetahui keberadaan ayah anda. Dimana ia?"
"Dia-a masih diruang bawah tanah. Bagaimana Madara bisa tahu keberadaan ayahku?" Tsunade meminta pada pelayannya untuk mengambil kotak obat.
"Akupun tidak tahu. Madara menyanderaku dan menanyakan tentang Tuan Hashirama, memaksaku untuk mengatakan semuanya." Jelas Sakura.
Tsunade sekarang harus berfikir bagaimana caranya ia untuk menghindari Madara dan melindungi ayahnya dari sentuhan pria Uchiha itu.
"Sebaiknya kau bersihakan dir..."
"Tidak Nona Tsunade, lupakan tentangku dan kita selamatkan ayah anda dulu." Tolak Sakura.
Tsunade manatap iba kearah Sakura, karenanya orang lain tak bersalah seperti Sakura menjadi terlibat.
"Tidak Sakura. Luka-lukamu harus segera diobati, setelah itu baru kita urus masalah lain" jelas Tsunade sambil menyiapkan obat-obatan. Tsunade membantu membersihkan luka-luka Sakura dengan alkohol.
Setelah membersihkan diri Sakura dan Tsunade pergi menuju ruang bawah tanah memperlihatkan Hashirama yang telah sadar namun masih duduk ditempat tidurnya.
"Ayah" sapa Tsunade. Sakura mengekor dari belakang.
"Aa.. Tsunade kebetulan bisa bantu aku, punggungku sakit terlalu lama berbaring. Aku ingin berjalan-jalan" ucap Hashirama. Kaki pria itu siap menuruni tempat tidur. Sampai Tsunade menahan ayahnya untuk turun.
"Ayah, jalan-jalannya nanti saja." Jeda sebentar Tsunade membantu Hashirama kembali keposisinya semula namun lebih nyaman. "Ayah, Madara mengetahui keberadaanmu disini, kami akan membawamu ketempat yang lebih aman" ucap Tsunade membenahi beberapa peralatan medis disekitar. "Aa perkenalkan, ini Sakura. Haruno Sakura dia yang akan membantu kita"
KAMU SEDANG MEMBACA
Script Or Destiny
Fanfiction[1] Akankah cinta itu ada diantara mereka yang tidak mengenal satu sama lain. Dipertemukan saat keadaan yang mereka tidak bisa tebak. Atau hanya sebuah rencana yang dibuat anak manusia ini. -Haruno Sakura -Uchiha Sasuke Note : judul per chapter itu...
