Chapter 19 : Survive

5.1K 401 38
                                        

Mobil hitam itu melaju sangat kencang hingga pengendara lain membunyikan klaksonnya marah karena kesal mobil itu menyerempet mobilnya. Umpatan kasar keluar dari mulut para manusia yang sedang menjalankan kendaraan mereka diajalnyang sama. Shikamaru melajukan mobil hitam itu bak seorang pembalap sirkuit liar dijalanan tanpa hambatan. Kiba disampingnya berusaha memfokuskan dirinya dengan komputer dan berkomunikasi dengan rekannya yang masih didalam rumah Tsunade.

Kiba menoleh kebelakang.
"Komandan Kakashi telah sampai, kita hanya tinggal menunggu mereka menyusul." Jelasnya.

Dibelakang kursi mobil itu diubah seperti ambulance yang dipenuhi peralatan medis. Terbaring disana Hashirama Senju dengan selang infus ditangannya, dirinya masih berwajah santai saat Tsunade sudah memanjatkan doa dalam hatinya.

"Sudahlah Tsunade, kau jangan terus menggerakan mulutmu. Aku pusing melihatnya." Gerutu Hashirama.

Sakura yang duduk disamping Hashirama hanya bisa tersenyum samar. Shikamaru melirik kebelakang spion mobilnya. Melihat dibelakang sebuah mobil putih menyerupai Truk kecil mengikuti nya sejak keluar dari jalan raya tadi.

"Kita diikuti. Sasuke, kalian dimana?" Tanya Shikamaru. Melajukan mobilnya semakin cepat. Kiba disampingnya berusaha masih terus untuk stabil berkomunikasi dengan Sasuke dan yang lainnya.

Sakura dan Tsunade masih duduk tenang ditempatnya. Sampai sebuah hantaman keras menghantam mobil dan Sakura jatuh terjungkal hingga kepala nya membentur samping mobil dan kaca berserakan didalam. Mobil hampir tak seimbang jika Shikamaru tidak ahli dalam bidang mengemudi.

"Kau tidak apa Sakura ?" Tanya Tsunade agak cemas juga dengan keadaan ayahnya. Tapi yang dikawatirkan hanya terbaring santai dan hanya mijit pelipisnya. Sakura sendiri memegangi kepalanya yang terasa pening, sambil mengangguk lemah.

'Kami sepertinya akan terlambat menyusul kalian, kalian pergilah tanpa kami' Suara Sai masuk pendengaran Shikamaru dan Kiba secara bersamaan.

Shikamaru melajukan mobilnya lebih kencang dan menghindari mobil truk yang menyenggolnya tadi. Menuju rumah kediaman Uzumaki secepatnya lebih baik.

©©©©

Sasuke menatap tajam Madara dan yang ditatap tak gentar. Dengan gerakan menyerang Madara menembak Sasuke sekaligus menendang perut pria itu hingga jatuh terjungkal kebelakang. Tak sempat menyeimbangkan tubuhnya sendiri. Madara menembakan satu peluru panasnya menuju lengan kiri Sasuke.

Naruto ditempatnya berdiri sama tidak tenangnya, tangannya mengepal kesal hingga memutih sempurna.

"Komandan?" Seakan Kakashi mengerti nada panggilan yang diucapkan Naruto padanya. Kakashi mengangguk singkat dan menodongkan sebuah pistol kejut listrik kearah punggung Madara.

Sasuke bangkit berdiri, menerjang Madara hingga terjungkal kebelakang lagi dan lagi. Kedua Uchiha itu bergulat saling hajar hingga wajah mereka sudah tak tampan seperti semula lagi. Ya, walaupun karisma mereka tidaklah hilang.

Anak buah Madara datang dari arah pintu yang dijebol Kakashi sebelumnya. Kini mereka semua sibuk mempertahankan diri dan menyerang anak buah Madara yang dipanggil entah darimana.

Suara hak tinggi berwarna merah masuk dengan santainya. Matanya menelisik seluruh ruangan yang berantakan.

"Tch, bajingan! Dia meninggalkanku dan berada disini." Mata Shion berhenti pada Madara. Membuang permen karetnya sembarangan dan tangannya memberikan kode kepada anak buahnya yang tersisa.

Dengan cepat anak buah yang berjumlah empat orang itu menuju arah Sasuke yang sedang bertarung saling menendang kearah Madara.

Tiga orang dari mereka memegangi Sasuke yang lemah dan sudah tak begitu banyak memiliki tenaga. Namun tekat kuatnya tak menyerah. Ia menyikut orang yang ada dikanan dan kirinya hingga terjungkal kebelakang. Melompatkan dirinya hingga orang yang dibelakangnya sekarang berada didepannya.

Script Or DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang