Sakura baru selesai dengan rutinitas sehari-harinya yaitu tentu saja mandi. Keluar menuju dapur untuk mencari makanan yang bisa ia makan menemani acara santainya menonton drama, jarang-jarangkan ia bisa bersantai. Setelah menemukannya dan membawa sebotol jus jeruk lalu mendudukan diri di depan televisi.
"Akhirnya..." Ucap panjang Sakura merasakan kenyamanan yang jarang sekali ia nikmati.
Baru 30 menit Sakura merasakan kenyamanannya dan bell apartement nya berbunyi.
Ting ting ting
Semenjak kejadian sebelumnya Sakura menjadi lebih was-was dan takut jika ada orang bertamu. Dengan cepat Sakura mengambil pisau dapur senjata yang disimpan nya. Berjalan menuju layar monitor yang ada di samping pintu apartment dan melihat disana, hanya terlihat seseorang yang menggunakan topi hitam dan jaket yang ia pakai pun sama serba hitam.
Tiing ting ting
Kini bell nya di tekan dengan bunyi yang keras dan sepertinya orang tersebut tidak sabaran. Sakura mengintip melalui lubang yang ada di pintu apartment nya, hanya terlihat topi yang di pakai pria tersebut.
"Sebaiknya aku tidak membuka pintu." Gumam Sakura mengeratkan lagi pegangan nya pada pisau yang ia genggam.
Ting ting ting
Dan lagi bell apartement nya berbunyi nyaring. Sakura mulai penasaran siapa sebenarnya orang yang ada di depan pintu apartement nya ini. Dengan keberanian penuh dan pisau, senjata yang ia punya ia buka pintu dengan perlahan. Kemudian Sakura membuka lebih lebar pintu apartement.
"Rasakan ini sialan!" Ucap keras Sakura mengayunkan cepat pisau nya kearah sang tamu tak dikenalnya. Sakura mendorong pisau itu kearah pria tersebut.
Takk tak
Tangan Sakura ditahan cepat oleh pria tersebut dengan cepat. Melihat pergelangan tangan nya dicengkram oleh sang tamu tak dikenal.
"Jadi ini sambutan tuan rumah pada tamunya."
Sakura membelalakan matanya mendengar suara tersebut dan melihat orang yang sedari tadi ia curigai.
"Sasuke." Ucap Sakura kaget melihat orang yang sekarang mencengkram tangan nya.
"Iya"
Sakura menarik tangannya kemudian wajah nya merah padam malu dengan kelakuan nya.
'Shannaro! Bodoh kau Sakura.' gumam Sakura dalam hati.
"Maaf aku tidak tahu itu kau. Aku hanya- sedikit waspada." Ucap Sakura gugup. "Lagian malam-malam begini datang dengan pakaian serba hitam begitu." sungut Sakura kesal.
Sasuke sang tamu hanya diam mendengarkan omelan Sakura, setelahnya mereka hanya terdiam di depan pintu tanpa suara.
"Aaa.. masuklah." Ucap Sakura kikuk menggeserkan tubuhnya mempersilahkan sang tamu masuk. Pisau yang tadi Sakura bawa ia sembunyikan di balik tubuhnya.
Mereka berdua masuk kedalam apartment, Sakura langsung melesat menuju dapur menaruh pisau nya. Lihatlah wajahnya masih memerah menahan malu.
'Bagaimana bisa wajahku berhadapan dengannya sekarang. Iya tentu saja aku malu. Aduh Haruno Sakura kau bodoh sekali.' gumam Sakura memarahi dirinya sendiri dan memukul-mukul kepala merah mudanya di depan tempat cuci piring.
Sasuke hanya diam melihat Sakura, kemudian melihat ke telapak tangan nya yang terluka karena perbuatan Sakura. Sedikit menggoda Sakura sepertinya tak apa. Melangkahkan kaki nya perlahan kearah Sakura sekarang. Gadis berambut pink panjang ini belum menyadari Sasuke menghampirinya dan berdiri tepat dibelakangnya. Berhenti tepat dibelakamg punggung Sakura.
KAMU SEDANG MEMBACA
Script Or Destiny
Fanfiction[1] Akankah cinta itu ada diantara mereka yang tidak mengenal satu sama lain. Dipertemukan saat keadaan yang mereka tidak bisa tebak. Atau hanya sebuah rencana yang dibuat anak manusia ini. -Haruno Sakura -Uchiha Sasuke Note : judul per chapter itu...
