Chapter 23 : Close

1.8K 183 46
                                        

Dalam ruangan itu masih sama mencekamnya, acungan pistol dimasing-masing kubu. Kubu Hashirama dan juga Kubu Madara. Madara dengan keahlian menembak jarak jauh yang ia miliki. Dengan memanfaatkan keahliannya itu secara tiba-tiba pistol Madara mengarah kepada Hashirama yang duduk di kursi roda, dengan tenangnya Hashirama duduk tanpa merasa terancam sedikitpu. Walau sebeneranya disekitaran pria tersebut sangat banyak senjata mengarah kearahnya. Dengan santainya Hashirama hanya tersenyum menatap keadaan tersebut, momen yang ia rindukan dulu. Jika memang nyawanya berakhir ditangan sahabatnya sendiri, ya tidak apa. Ia merelakan semuanya berjalan seperti takdir yang memang harusnya terjadi.

"Banyak bicara! Aku menyesal kenapa tidak membunuhmu dari awal." Ucapa Madara berucap. Bunyi klik senjata api berbunyi menambah tingkat ketegangan.

"Bunuh saja aku sekarang jika memang itu membuatmu senang." Ucap Hashirama tanpa perlawanan. Senyum kecil tersemat diwajah rentanya.

"Tch, sebelum itu-" keheninggan tercipta menunggu ucapan Madara selanjutnya. "Serahkan rumah sakit Konoha padaku."

Hashirama tersenyum dibalik suasana yang sungguh tegang.

"Ayah" ucap Tsunade dan seluruh mata memandangnya. Pasukan ANBU yang lain tetap siaga ditempatnya. Mengantisipasi sesuatu yang bisa saja terjadi.

"Tenang Tsunade." Ucap Hashirama sambil tersenyum. "Ambil saja jika kau menginginkan rumah sakit itu." semua memandang kearah Hashirama.

Tiba-tiba pintu didobrak paksa oleh Naruto dan Sai yang membawa paksa Kabuto dan tak lupa Orochimaru, dibantu beberapa pasukan ANBU.  Dengan santainya Naruto menendang pintu ruangan tersebut tanpa tau situasi didalam seperti apa.

"Ini dia orang-orang dibalik kerusuhan! Tch.." ucap Naruto melempar Kabuto disusul Orochimaru, mereka berdua jatuh tersungkur bersamaan.

 "Mereka berdua membantu Tuan Madara untuk melancarkan seluruh rencananya." sambung Sai. "Dan lagi foto ini, bukanlah kaka atau ayah dari Sakura. Saksi kami." jelas Sai.

Sakura yang namanya disebut memandangi Sai dengan pandangan bertanya-tanya sekaligus bingung dalam bersamaan. Bagaimana bisa?.

"Sekarang coba kalian jelaskan." ucap Shikamaru. Melihat dengan tatapanya yang menyelidik pasukan ANBU satu ini memang terkenal dengan tingkat kecerdasan dalam berfikir dan strategi menyerang walau kadang suka tidur sembarangan dan tidak tahu waktu. Tapi itu semua tidak menutup semua kepintarannya dalam tim ataupun individu. Jadi, apakah yang bisa ditemukan Shikamaru nantinya?!

Kabuto dan Orochinaru saling pandang, kemudian memandang kearah Madara yang notabennya sebagai ketua dari seluruh aksi mereka. Memberi isyarat seperti 

'Apa yang harus kita lakukan? Mengaku mati, tidak mengakui juga mati'

"Apa yang sedang kalian tunggu?." ucap Madara.

Dddooorrr

Duaaarrrr

Tiba-tiba suara tembakan, ledakan dan asap memenuhi ruangan tersebut dan membuat mereka yang ada didalamnya panik berhamburan mencari pintu keluar menyelamatkan diri. Hashirama langsung di kepung oleh pasukan ANBU, sedangkan pasukan inti langsung menyebar mengejar tersangka yang kabur bersama antek-antek mereka. Sakura dibantu Tsunade mengeluarkan Hashirama dari ruangan diawasi oleh Shikamaru dan Kakashi beserta beberapa ANBU yang setia siaga. Sasuke, Sai dan Naruto berpisah mengejar Madara yang telah lebih dulu pergi secepat kilat. 

"Uhukk.. Uhukk..." Sakura terbatuk setelah keluar dari ruangan penuh asap. "Tuan Hashirama anda..." Sakura terdiam melihat keadaan Tuan Hashirama.

"TUAN HASHIRAMA!!" teriak panik Sakura.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 11, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Script Or DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang