Chapter 12 : Danger!!

5.6K 387 49
                                        

Dua orang berbeda gender itupun duduk berhadapan. Mata hitam nya memandang mengejek kearah sang gadis bermata hijau menyejukan yang balas memandang tak kalah berani. Di sudut restoran itu duduk seorang pria yang mengamati dari jauh interaksi kedua orang tersebut. Dia bisa melakukan apa saja jika sang gadis terancam oleh pria tua yang sedang berhadapan dengan nya.

Uchiha Madara meminum cappuccino yang ia pesan lalu memandangi Sakura yang ada di depan nya.

Ting

Bunyi gelas diletakan kembali menjadi penanda dimulainya percakapan itu.

"Apa yang kau inginkan ada disini." Ucap Sakura menyerahkan amplop coklat di atas meja. Mendorongnya ke depan Madara sang lawan bicara hanya balik memandang amplop tersebut dan memandangi Sakura.

"Apa kau yakin ini yang asli?." Tanya Madara lalu mengambil amplop di depan nya perlahan ia membukanya.

"Ya."

Mandara membuka amplop tersebut dan membaca seksama isinya. Kemudian senyum kecil muncul di wajahnya. Dokumen yang Sasuke berikan pada Sakura hanya salinan dari yang asli. Jadi ia masih menyimpan baik dokumen itu. Tak sebodoh itu seorang Uchiha Sasuke menyerahkan dokumen asli pada orang lain, walaupun satu darah dengan nya.

"Baik. Aku anggap ini asli. Well kau tahu Nona aku tak sebodoh yang kau kira." Ucap Madara meletakan amplop di meja.

Sakura memicingkan mata nya, sebenarnya ia sudah tahu itu hanya salinan yang asli. Resikonya terlalu besar jika menyerahkan yang asli. Madara mengutak atik iPad yang ia bawa dan menunjukan sesuatu pada Sakura membuat mata gadis itu melotot kaget.

"Kau tahukan ada bayaran dari tindakanmu saat ini Nona Sakura" Ucap Madara dengan menekankan nama Sakura.

Di depan nya di layar monitor iPad menampilkan Ayah dan Kaka nya duduk dengan wajah menunduk tak berdaya- tidak bukan lebih tepatnya tak sadarkan diri di sebuah kursi. Sekali jentikan tangan rumah beserta Kaka dan Ayah nya yang tinggal disana hangus terbakar. Seringai kemenangan terlihat di wajah Madara.

Sakura menatap tajam Madara, tangan nya terkepal diatas meja. "Lepaskan me-reka." Ucap Sakura bergetar. Airmata nya sudah siap untuk keluar kapan saja.

"Berikan yang asli padaku." Jawab Madara menarik iPad nya kembali.

Sakura langsung berdiri dari duduknya dan menatap tajam Madara. "AKU SUDAH MEMBERIKAN YANG KAU MAU BRENGSEK!." Teriak Sakura

Sasuke yang duduk tak jauh dari tempat Sakura seketika langsung ikut berdiri dan siap mengambil pistol nya untuk ia tebak ke kepala Madara kapan saja. Baru ia ingin melangkah--

Cleek klik klek

Beberapa pria perpakaian layaknya pengunjung mengacungkan pistol kearah Sasuke.

"Duduk di tempatmu sekarang!" Ucap salah satu suara.

Sasuke menoleh dan bertatapan langsung dengan orang yang tak jauh duduk di tempat nya.

"Yahiko. Atau bisa kusebut Pein." Ucap dingin Sasuke. Tatapan nya datar menghadap kearah pria bertindik di sekitar hidung dan telinganya.

'Yahiko?' Sambung suara Naruto menyeruak masuk wireless Sasuke.
'Yahiko siapa yang kau maksud Sasuke?.'

©©©©

Naruto tentu saja kesal mendapati perhitungannya meleset, ia tidak menyangka seluruh cafe ini diisi oleh bawahan Madara. Naruto sekarang berdiam diri di sebuah kamar hotel tepat di depan Shibuya Cafe. Kamar itu gelap dan hanya jendela saja yang terbuka, tentu disana hanya ada Uzumaki Naruto yang memegang pistol laras panjangnya. Posisi nya duduk di depan jendela dan langsung berhadapan dengan lantai tempat pertemuan Madara dan Sakura berlangsung.

Script Or DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang