Chapter 21 : In Your Eyes

6.5K 415 51
                                        

8.30 PAGI
GEDUNG ANBU, TOKYO

Sekumpulan orang berjas mewah berjalan dengan angkuh dan penuh aura hitam mencekam disekitar mereka. Diantara itu ada seorang wanita berpakaian ketat nan seksi yang ikut berjalan disamping pemimpin dari orang-orang tersebut. Mereka sekarang menuju sebuah gedung perkantoran keamanan terbesar di Tokyo. Beberapa karyawan disana sempat membungkukan badan mereka memberi hormat pada orang-orang tersebut. Bagaimanpun mereka tetaplah tamu yang berkunjung datang.

Uchiha Madara berjalan dengan wajah angkuh dan datar, mereka kini didalam lift menuju sebuah pertemuan khusus.

Flashback

Madara mengenakan pakaiannya yang sempat tidak terpasang rapih ditubuhnya, dan meninggalkan Shion yang terlelap dengan selimut di sofa ruang kerjanya. Mereka baru saja bercinta, melepaskan hasrat masing-masing. Madara mendudukan dirinya dimeja yang awal dari semua adegan dewasa itu dimulai.

Membuka laptopnya dan duduk menyanggah kepalanya dengan datar dan tenang. Sampai email yang baru saja masuk mengalihkan atensinya, membuka siapa yang mengirimkan pesan padanya malam-malam begini. Tak lama seringainya keluar, menandakan sesuatu yang menyenangkan hatinya telah muncul.

"Wow, tak kusangka dia berani juga mengirimkan pesan langsung padaku." Ucap Madara dengan seringai diwajahnya. Mata hitamnya membaca setiap kata yang tertulis secara tidak resmi didalam pesan tersebut. Jarinya lalu membalasa berniat mengetik sesuatu, dan mengirimnya tanpa menunggu.

Punggungnya ia sandarkan dengan tenang dikursi kebanggaannya, memutar kursi itu hingga berhadapan langsung dengan lampu kota Tokyo yang telah menyala memperindah kota tersebut.

"Hashirama." Gumam Madara. Tangannya dimasukan kedalam jasnya, mengambil benda persegi dan menghubungi seseorang. "Datang ke ruanganku sekarang" Ucapan Madara bagai perintah.

Tak butuh waktu orang itu datang menemuinya. Yakushi Kabuto dan Ororchimaru.

"Ada apa?" Tanya Kabuto langsung mendudukan dirinya dikursi.

Madara lalu berbalik dan menatap dua orang didepannya dengan datar. "Aku ingin kau awasi mereka selama rentang jangka waktu yang kami sepakati tiba." Ucap Madara. Tanpa ditanya siapa yang di maksudpun Kabuto mengerti.

"Itu urusan yang sangat mudah. Para ANBU bodoh itu bisa kuatasi." Ucap Kabuto percaya diri.
"Aku sudah melenyapkan mereka." Sambung Orochimaru yang sejak tadi hanya diam. Pria berambut hitam panjang itu adalah seorang dokter yang cukup terkenal dengan obsesi gilanya menghidupkan orang mati dan implan wajah dengan dalih dapat menyamakan orang lain hanya dengan foto yang ia punya. Dialah yang kini menjabat sebagai pemilik rumah sakit yang sebelumnya dipegang oleh Tsunade.

"Bagus. Aku ingin kalian lenyapkan apa yang menjadi barang bukti. Kalian boleh pergi."

Kabuto dan Orochimaru menurut saja saat disuruh pergi oleh Madara yang notaben adalah atasan sekaligus sebagai pisau bermata dua yang siap menyerang mereka kapan saja.

Flashback end.

©©©©

-SEBELUM MADARA DATANG KE GEDUNG ANBU-

06.30 PAGI
TOKYO

Sakura kini berjalan tergesa melewati pertokoan yang mulai buka, pagi hari adalah awal dari seluruh aktifitas dimulai bukan?. Termasuk dirinya yang berjalan tergesah, mata hijaunya melihat kearah jam tangan yang terpasang cantik dipergelangan tangannya. Kini sudah empat hari setelah kejadian yang menegangkan dalam hidupnya, dan hal itu belum berakhir sepenuhnya.

Script Or DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang