Untuk seseorang yang selalu menggunjingku
Bagaimana kabarmu?
Awal yang buruk untuk surat ini.
Bahkan rasanya aku tak perlu peduli pada kabarmu.
Bagaimana? Kau masih saja menggunjingku?
Membicarakan hal yang setiap hari ku lakukan. Semua tingkah dan gaya berpakaianku. Semua nada bicara dan cara berjalanku. Hahaha!
Kau begitu memperhatikannya bukan?
Bukankah kau selalu tak suka pada kedekatanku dengan laki laki incaranmu?
Sebenarnya, ada berapa sih yang kau incar. Aku tak menyangka akan sebanyak itu. Hingga kau selalu memusuhiku.
Setiap selangkahku lebih darimu, kicauanmu terdengar sumbang seantero sekolah.
Setiap prestasiku satu tingkat diatasmu, gunjinganmu tak juga padam.
Setiap bahagiaku laksana dukamu bukan?
Kehidupanku terlalu menyenangkan untuk murahan sepertimu.
Lucu. Ketika kau mengajak orang lain ikut membenciku hanya karna kau iri pada hubunganku.
Lucu. Ketika kau memaksa orang lain ikut menggunjingku hanya karna kau tak suka pada kemampuanku.
Miris aku melihatmu.
Itukah caramu meminta perhatian?
Semurahan itu?
Ah sudahlah. Aku tak akan memaksamu menghentikan gunjinganmu yg terlihat seru. Aku tak akan mendatangimu dan memberikan semua sumpah serapahku.
Aku kadang hanya tak hapis pikir, aku akui kau cantik. Sangat cantik.
Tapi kelakuanmu, ah sudahlah. Kalian juga mengerti apa yang aku maksud.
Jika kau masih terus mau membicarakanku, ya itu hakmu.
Jika kau masih saja membenciku, itu juga hakmu.
Dan hakku, adalah melakukan apapun walau tak sesuai seperti apa yang kau mau.
Karna aku hidup, bukan untuk membuatmu terkesan.
Dan maaf, aku juga jadi menggunjingmu seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear You
Poetry"Akhir yang baik dari kisah tidak melulu ditandai bahagia. Akhir kisah akan lebih baik, jika bahagia itu tak pernah berakhir" salam manis, queelaaa❤
