Kepada pemuja kekasihku
Hai kalian semua
Bagaimana? Masih membenciku?
Kalian membenciku karena aku mendapatkan apa yang kalian puja bukan?
Lucu sekali.
Kenapa kalian melarang kekasihku bahagia denganku?
Nyatanya dia memilihku. Kalian bisa apa?
Aku sadar siapa diriku
Aku memang gadis biasa.
Parasku tak secantik kalian memang. Aku bukan gadis feminim yang mengagungkan penampilan. Aku lebih suka tertawa lepas. Aku lebih suka menggila daripada menahan diri menjaga image. Aku lebih suka menjelajah alam ketimbang belanja produk kecantikan.
Aku memang tak seperti kalian.
Dari awal surat ini, aku sudah menjelaskannya bukan?
Aku selalu sadar diri. Aku tak bisa berjalan bak tuan putri. Aku lebih suka makanan pinggir jalan ketimbang restoran. Aku tak se-high class yang kalian dewakan itu
Tapi bagaimana ya?
Nyatanya, dia menerima semua kurangku. Dia tak pernah menuntut harus seperti apa aku.
Pangeran kalian memilih gadis biasa ini untuk menemaninya.
Kenapa kalian masih saja mengurusi kami?
Aku tau kalian kecewa. Tapi tak hanya aku yang harus sadar diri. Kalian lupa? Bahwa status kalian hanya sebagai pemuja?
Sadar dirilah sedikit.
Jangan memaksa kekasihku untuk melirik kalian. Tak perlu susah payah diam diam menggodanya. Tak usah repot-repot sembunyi dariku jika hanya ingin berfoto dengannya.
Lagipula, aku percaya dia tak kan tergoda. Aku percaya hatinya untuk siapa.
Kadang memang sulit menyembunyikan cemburuku padanya, apalagi jika kalian mulai mendekatinya. Mengirimi pesan setiap malam. Membagi perhatian.
Huft, jujur aku mencemburuinya
Namun, bukannya dia tak pernah menanggapi ya? Dia membalas pesanmu karena ia menghargai kalian semua.
Ayolah, jangan segampangan itu untuk berharap lebih.
Jangan meyakinkan diri kalian bahwa dia menyukaimu.
Dia sama sekali tidak memberi harapan, ia hanya menghargai sebuah pertemanan.
Oh iya, apa kalian masih akan menggunjing hubunganku?
Aku tau kalian iri. Tak perlu ditutup tutupi. Tunjukan saja. Itu hiburan tersendiri bagi kami.
Baiklah, aku tak masalah kalian menggunjingku. Membicarakan keburukanku. Mengumbar kesalahanku.
Tetapi kalian juga harus ingat, apa perlu aku tegaskan lagi, kalian hanya pengagum. Kalian sebatas pemuja.
Dan oh iya satu lagi, gadis yang kalian gunjing ini adalah gadis yang pangeran kalian cintai.
Dari gadis yang biasa kalian gunjing
*****
Chapter ini request dari lintangzhwaaa😚😚 anak yang buat aku serasa dikejar deadline buat update-,- aku tau ini chapter gak sesuai ekspetasimu, tapi hanya ini yang bisa aku buat sekarang:'v nanti kapan kapan aku buat lagi kok😂
Keep vote and coment❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear You
Poesia"Akhir yang baik dari kisah tidak melulu ditandai bahagia. Akhir kisah akan lebih baik, jika bahagia itu tak pernah berakhir" salam manis, queelaaa❤
