"kenapa kalian nggak ikut aja nonton bareng gue sama chanyeol!?" ucap wendy ketika tiba-tiba ide itu muncul di otaknya.
sepasang kekasih yang duduk di hadapan wendy kemudian kompak menoleh.
"lah, emang kenapa wen? jangan bilang lo malu jalan berdua sama dia?!" tebak soojung yang sudah tahu luar dalam wendy.
"lagipula, si chanyeol itu nggak keberatan kalo kita ikut?" jongin menambahkan, kemudian menyeruput secangkir hot americano-nya dengan khidmat setelah mengaku sketsanya ditolak oleh dosen mata kuliah gambar teknik.
tapi cowok jurusan teknik sipil ini sudah kebal. namanya juga anak teknik, hal-hal kayak gitu sudah biasa diterima.
"eum, kayanya enggak? gue takut awkward aja sih hehe." jawab wendy sembari meringis. "tapi gue serius, kenapa kalian nggak ikut aja? udah lama kan kita nggak pergi nonton film bareng."
emang sih, terakhir mereka bertiga pergi nonton film bareng di bioskop waktu ada yoongi – mantannya wendy sebelum mark. dan yang pasti wendy gak pernah mau nonton cuman bertiga, karena yang namanya jadi obat nyamuk gak ada enaknya.
"lagian ya sooj, lo juga pernah bilang penasaran sama film the boy. why not?" lanjut wendy yang masih pantang menyerah buat ngebujuk pasangan di depannya.
soojung mengangguk-ngangguk, mempertimbangkan. "boleh juga sih," kemudian menatap pacarnya. "jongin kelasnya udah kelar juga kan hari ini? ngejer-ngejer dosennya cukup sampai hari ini aja kan?" tanya soojung dengan senyum lebarnya, sesekali mengedip-ngedipkan matanya – bertingkah imut di depan jongin.
"iya, udah kelar kok. aku bisa refisi-"
ucapan jongin terhenti ketika meja di hadapan mereka terasa bergetar akibat hape milik cowok itu. dia lantas mengambil ponselnya dan menjawab panggilan yang masuk.
"yoi bang, gue ada di kantin feb nih
"serius bisa? si bangsat abis kejedot apa jadi baik gitu?
"oke-oke gue otw kesana!"
jongin mengakhiri panggilan dengan wajah yang berubah cerah, kontra sama air muka soojung yang cepat mengerti maksud dari panggilan itu.
"jadi kamu nggak bisa?" tanya soojung sambil memanyunkan bibirnya.
jongin mengangguk pelan. "bang taemin barusan nelpon, kasih info kalo asdosku yang killer itu, akhirnya bisa diajak kongkalikong tapi kasih batas waktunya sekarang. jadi mau gimana lagi?"
soojung memanyunkan bibirnya, sementara wendy menghela napas kasar.
"kita bisa nonton berdua besok malem, tenang aja." ucap jongin sembari mengacak-acak rambut pacarnya gemas. "jangan cemberut oke?" tambahnya, kali ini mencubit-cubit pipi soojung.
soojung melepaskan tangan jongin dari pipinya. "anjer sakit tau!" ringisnya, buru-buru ngelus pipinya yang meninggalkan bekas memerah akibat ulah pacarnya.
jongin lalu noleh natap wendy. "udah deh wen, lo pergi aja berdua! yang ada si chanyeol kesel nge-date nya gagal karena kita ikut."
"apaan sih nge-date nge-date?!" cibir wendy.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
sayangnya sepasang sejoli itu tidak menanggapi cibiran wendy karena keduanya kini saling menatap mata satu sama lain dengan penuh afeksi. sementara wendy? oh cewek itu memutar bola matanya melihat pemandangan sepasang kekasih yang sedang lovey dovey di depannya. tapi tenang aja, dia sudah kebal kok!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
mereka kemudian pisah. soojung dan wendy ke parkiran feb, sementara jongin balik ke fakultasnya.
di sana chanyeol sudah menunggu di atas ducati merahnya.
"udah lama di sini?" tanya wendy.
"nggak kok, baru beberapa menit. gue kira malah lo yang udah ada di sini, seungwan." jawab chanyeol.
wendy meringis. "tadi ke toilet bentar hehe."
suara petir tiba-tiba mengalihkan perhatian ketiganya.
ini sudah yang ketiga kalinya petir menyambar di sore ini. langit juga mendung, pertanda hujan akan turun sebentar lagi.
"waduh, kita harus cepet-cepet pergi wan, keburu hujan." ucap chanyeol sembari menatap langit yang sedang nggak bersahabat.
soojung berbisik, "pokoknya nyampe rumah lo harus laporin semua yang terjadi di antara kalian, nggak boleh ada yang kelewatan!"
wendy mendengus kasar, kontradiksi sama ucapan yang keluar dari bibirnya, "iya, iya."
badannya kemudian terdorong ke depan – ke arah chanyeol. tentu saja soojung pelakunya.
setelah chanyeol menyalakan mesin motor ducatinya, soojung tiba-tiba berucap penuh semangat, "hati-hati di jalan ya! jangan baperan!"
alhasil, mereka sejenak jadi pusat beberapa pasang mata yang ada di sekitar mereka.
kalau wendy belum naik ke atas motor dengan mesin yang berkapasitas besar ini, mungkin dia bakal langsung nyubit perut soojung atau menyumpal mulut cewek itu pake sepatu flatnya.
tapi wendy kan harus jaga image di depan chanyeol. jadi yang dia bilang cuman, "apaan sih jung soojung!!!" dengan pipinya yang semerah tomat karena kelakuan sahabatnya sendiri.