empat belas

3.5K 547 45
                                        

"jadi gimana menurut lo film 'the boy'?" tanya chanyeol ketika mereka sudah di parkiran bioskop.

"menurut gue, kalo dibandingin sama cerita horor yang serupa, kalah jauh dari anabelle. 'the boy' ini salah satu contoh film yang biasa banget bahkan terkesan asal dan mau cepet-cepet selesai. dan endingnya bikin semua kejadian di awal jadi nggak make a sense!"

chanyeol diem, dengerin wendy yang mulai ngomong panjang lebar sembari cowok itu memasang helmnya.

"pelajaran juga nih buat cewek-cewek yang mau move on, supaya dipilih dulu usaha buat move on-nya. jangan kayak greta, berfaedah sih berfaedah, tapi siapa sangka kalo dia bakal jadi baby sitter-nya boneka keramik!"

wendy kemudian ikut naik ke atas motor setelah chanyeol yang sudah lebih dulu naik.

"emang cara move on yang berfaedah tuh kayak gimana sih?" tanya chanyeol sebelum menyalakan mesin motornya.

motor chanyeol lalu membelah jalanan seoul yang masih basah karena hujan tadi. untungnya ketika mereka pulang, hujan sudah berhenti. obrolan antara chanyeol dan wendy kemudian berlanjut tentang move on.

"yang pasti berhenti nge-stalk akun mantan, terus nyari kesibukan gitu, kaya misalkan hang out bareng temen, atau cari gebetan baru."

pilihan terakhir sih, bukan wendy banget. dia asal sebut aja itu.

maklum, wendy selama ini nggak ada kesusahan buat move on dari mantan. salah satu faktornya sih karena waktu pacaran mereka yang cuman sampe tiga bulanan aja, jadi gak ada kenangan yang begitu istimewa bagi wendy.

anehnya, dia sekarang jadi lemah sama cinta pertamanya.

ya, siapa lagi kalo bukan cowok yang sedang ngendarain motor di depannya ini.

silahkan ketawain wendy sodara-sodara.

"terus lo udah punya gebetan baru nggak wan?"

wendy mengerjap sebentar. "emang kenapa?"

"kan kaya yang lo bilang sendiri, salah satu cara buat move on itu, dengan cara nyari gebetan baru. dan lo udah move on dari mantan lo itu kan?"

"udah." jawab wendy sembari mengangguk, walaupun dia tau jelas kalau chanyeol nggak bisa liat dia sedang mengangguk.

chanyeol nggak langsung ngerespon; pikirannya yang terpusat pada jalan sejenak teralihkan pada jawaban cewek yang sedang dia bonceng.

"bentar, maksud lo udah move on, apa udah dapet gebetan nih?" tanya chanyeol hati-hati. nggak tau aja si wendy kalo dalam hatinya ini cowok ketar-ketir nunggu jawabannya.

"makanya nanya satu-satu dong, yeol!" kekeh wendy. "udah move on lah, hehe. gue sekarang nggak punya gebetan kok."

tapi wendy ngerasa kalau dia bohong bilang nggak punya gebetan sekarang.

rasanya kayak ada pertunjukan kembang api di dada chanyeol. dimana cowok itu bisa denger suara gemuruh dan suara letupan di dadanya karena euforia dari rasa senang karena denger jawaban wendy.

itu berarti, wendy secara nggak langsung ngasih kode lampu hijau ke dia. yang bagi chanyeol, dia punya kesempatan buat dapetin wendy.

cowok itu kebablasan, mengekspresikan euforia-nya dalam wujud tiba-tiba menaikkan kecepatan motornya. membuat wendy secara refleks terdorong ke depan, mengikis jarak antara keduanya. jangan lupakan sepasang tangan wendy yang melingkar di kedua sisi pinggang chanyeol dengan erat.

kenapa gue jadi kayak orang idiot sih, sampe lupa kalo wendy masih ada di belakang gue!

kemudian chanyeol menurunkan lagi kecepatannya. tapi chanyeol nggak bisa nampik sih, kalo dia juga seneng karena dari ulahnya ini dia bisa dapet 'back hug' secara nggak sengaja dari wendy.

lalu kondisi wendy?

cewek ini sedang berusaha mengendalikan debaran jantungnya akibat skinship kecil dan tiba-tiba ini. apalagi waktu menyadari kalau kepalanya beserta badannya menempel sempurna dengan punggung lebar chanyeol. dia bahkan bisa cium bau cologne khas milik cowok itu.

nggak wen, chanyeol nggak mungkin nyari kesempatan sama elo!

wendy mulai menyugesti dirinya sendiri, dan mencoba memberi jarak antara badannya dengan badan chanyeol.

chanyeol yang sadar atas ketidaknyamanan yang wendy rasakan kemudian berdehem, buka suara.

"sori seungwan, gue ngebut karena mulai rintik. jadi lo tetep pegangan yang erat ya!" ucap chanyeol dengan mengeraskan suaranya, sebelum kembali menambah kecepatan.

sepertinya semesta nggak sama bahagianya kayak chanyeol sekarang. karena faktanya, telapak tangannya terasa basah akibat rintik hujan. tapi cowok itu bersyukur dia jadi punya alibi kuat atas tindakannya barusan.

wendy yang sempat mengendorkan sepasang tangannya dari pinggang chanyeol jadi kembali memeluk pinggang cowok itu erat.

Tuhan tolong berkati jantung gue!

begitu bunyi do'a yang terus wendy panjatkan selama perjalanan pulang mereka.

tbc

reuni | wenyeolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang