dua

6.6K 776 62
                                        

wendy membuang udara dari hidungnya lebih teratur, setelah hampir sepuluh menit napasnya keluar masuk nggak beraturan karena setengah mati nahan kesal setiap ngebaca balasan dari jinri. akhirnya obrolan mereka lewat line berakhir dengan wendy yang berada dalam posisi aman.

diposisikan kembali kepalanya senyaman mungkin di atas bantal. siapa sih yang nggak seneng ketika berhasil mengalahkan musuh elo sendiri?

wendy menatap puas setiap balasan demi balasan untuk jinri, hingga berhenti di mana mereka mulai membicarakan soal park chanyeol.

"lah! kenapa gue jadi ngaku-ngaku pacarnya park chanyeol sih!?" wendy mukul-mukul kepalanya sendiri sembari bergumam. "ogeb! ogeb! ogeb!"

wendy baru saja menyadari kekacauan yang baru saja dia lakukan. jelas-jelas dia nggak pernah pacaran sama park chanyeol. bahkan cowok itu nggak pernah tahu perasaan wendy.

intinya semua yang wendy akui tentang dia dan park chanyeol itu bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya.

menyedihkan sekali ya?

salahkan egonya yang begitu tinggi karena nggak mau kalah di depan musuhnya. dan sekarang, wendy harus siap menanggung malu di depan choi jinri atau mungkin juga park chanyeol sendiri––kalau dia tahu tentang ini.

badannya ia tegakkan diikuti dengan dagu wendy yang terangkat keatas, gengsinya tiba-tiba bangkit.

"nggak! gue nggak boleh sampe kalah di depan jinri. gue harus minta bantuan park chanyeol!"

namun belum sampai lima detik, badannya merosot bagai tidak punya tulang.

"tapi yang bener aja minta bantuan park chanyeol!?"

pintu kamarnya tiba-tiba terbuka, menampilkan cowok yang lebih muda empat tahun tapi lebih tinggi dari wendy berdiri dengan kedua tangan di dada.

"kak, berisik banget sih! gue lagi belajar buat ulangan besok, lo malah teriak-teriak nggak jelas kayak orang gila."

dia minhyung, anak bungsu dari keluarga shon yang kamarnya memang terletak tepat di sebelah kamar wendy.

lalu yang wendy lakukan adalah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan kembali membaringkan tubuhnya.

"iya-iya. mending lo keluar gih, gue nggak bakal ribut!"

"janji ya? awas kalo ribut lagi, gue aduin mama."

walaupun umurnya sudah tujuh belas tahun tapi adiknya ini masih aja pakai jurus-mengadu-pada-mama.

"huh dasar anak mami!"

"jelas dong anak mami, emang kakak anaknya siapa? satpam kompleks?"

belum sempat wendy melempar boneka olafnya, sayang sekali pintu kamarnya itu sudah terlanjur lebih dulu tertutup rapat.

"dasar adek sialan!"

dan wendy bisa dengar suara ketawa minhyun di balik pintu kamarnya. tapi masa bodoh, ada hal yang lebih penting yang harus wendy selesaikan

((mark lee as shon minhyung, adek 'kesayangan'nya wendy))

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

((mark lee as shon minhyung, adek 'kesayangan'nya wendy))

tbc

reuni | wenyeolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang