Part 13

23 3 0
                                    

Hal terberat dalam hidup adalah ketika cinta pergi namun bayangnya masih menghantui membuat kenangan lama bangkit kembali.

Alia mengikat sepatunya, pukul 7 pagi namun ia mash berada di rumah, ia ingin membolos sekolah dan meminta izin kepada ibunya untuk istirahat saja di rumah dan menemani kak Mala ke perpustakaan daerah, hari ini kegiatan di sekolah hanya melaksanakan classmeeting

Selain classmeeting menjadi alasannya untuk tidak masuk sekolah, ia juga ingin menhindari Vino. Semakin hari Alia memang sudah tidak nyaman dengan sikap Vino. Namun Alia tidak dapat berbohong, Vino memang sosok laki-laki baik yang memamng menjadi idaman seluruh siswi satu angkatan di sekolahnya, Namun Alia bukan tidak suka pada Vino tetapi ia masih belum bisa menerima laki-laki manapun sejak ia dan Dhika berpisah. Alia belum bisa membuka hatinya untuk laki-laki lain

Akhirnya dengan pertimbangan dan perdebatan antar ibu dan anak, Alia diizinkan membolos hari ini sehubungan dengan cuaca yang tidak mendukung . ibu Alia juga khawatir Alia jatuh sakit jika memaksakan berangkat sekolah dalam keadaan gerimis seperti ini

"Iya eneng hari ini gak usah sekolah gak apa-apa lagi pula hujan neng,gerimis"

"tapi nanti aku mau pergi ke perpustakaan daerah sama kak Mala"

"Sok pergi sana daripada dirumah aja mending ke pusda deh neng, dapet ilmu disana"

"Makasih ibu" Alia memeluk ibunya

--

"Al kakak kesana ya" Mala menunjuk deretan rak sebelah kiri yang berisikan buku-buku ilmiah, Mala memang sedang menenpuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Bandung

"Oke kak, aku di baris ini aja" Alia memilih berada di baris buku novel, mereka terpisah mencari buku keperluan masing-masing dan berjanji bertemu di pintu masuk

Alia mengitari rak buku satu persatu, ia melihat novel-novel yang berjajar ditangannya sudah tertumpuk 3 buah buku novel, Perhatian Alia tertuju pada rak yang berisikan roman klasik. Ia menarik sebuah buku karya Buya Hamka. Namun ketika Alia ingin menrik buku tangan dingin secara bersamaan juga menarik buku yang sama, sontak Alia menoleh dan mendapati sosok laki-laki tampan dengan tubuh tinggi dan tegap.Alia mengenal sosok laki-laki itu, ya, itu adalah Vino

"ngapain?" Tanya Alia dengan mata melotot heran

"cari buku namanya juga di pusda Al" penampilan Vino berubah drastis, kini rambutnya di potong sesuai dengan bentuk wajahnya, ia terlihat menawan dengan mengenakan sweater abu-abu dan jeans gelap."Kok gak sekolah?bukannya lo panitia classmeeting?" Alia masih terheran

"Hahaha gue cuman handle classmeeting angkatan kita aja"

"oh"

"cuman oh?"

"iya"

"lo sama siapa kesini"

"oh sama kakak sepupu gue" Alia sambil menyelipkan rambutnya di balik telinga

"Yang itu?" Vino menunju kearah Mala yang sedang menuju kearah mereka

"Eh,iya "

Mala terlihat membawa buku amat banyak sebagai bahan untuk kuliahnya,Alia tidak yakin jika dirinya dan Mala akan pulang naik angkot dengan tumpukan buku sebanyak itu

"Al?udah?eh ini siapa?" Mala melihat Vino dari atas kebawah

"Vino kak" Vino memperkenalkan dirinya sendiri dan menjabat tangan Mala, Alia terlihat canggung

"Oh temen Alia?"

"iya temen sekolah kak" Vino tersenyum

"Kakak udah?yuk pulang" Ajak Alia

Dan, ketika cinta memilihTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang