Part 7

15 2 0
                                    

Alia metanap sepatu kets nya
Menusuri jalan yang setiap hari ia lewati.
Ia memandangi kerikil di bawah sepatunya
Jemarinya menggenggam tali tas ransel nya, gantungan lonceng berbunyi seiring langkahnya

"Al? Ngelamunin apa?"
Pertanyaan Dika mengagetkan Alia

"huh Dika ngagetin aja"
Gerutu Alia

"Haha maaf ya"

"Dika aku mau tanya sama kamu hmm... "
Alia menggantung kata-katanya

"Kejadian 2 minggu yang lalu?"
Tebak Dika

"Dika aku belum boleh pacaran jadi kalau kamu maksud mau nembak aku-"
Kata-kata Alia terputus Dika sudah menutup mulutnya kini

"Saya cuman mau jagain kamu dan selalu membuat kamu nyaman di dekat saya Alia."

Kata-kata Dika membuat jantung Alia berdebar ia kini mulai mengakui ia jatuh cinta pada Dika bukan pada Adit

~~

Plaakkkk!!!
Suara tamparan itu terdengar jelas
"Jangan bantah papah Dika!!!"
"Tapi Dika bentar lagi lulus pah tanggung Dika ga mau pindah" tegas Dika semakin membuat darah papah nya mendidih

"Tidak kita sudah sepakat kita akan ke Jakarta awal tahun"

Kata-kata itu tidak mampu lagi dibantah oleh Dika ia hanya pasrah tubuhnya yang masih dibalut seragam sekolah kini duduk lemah tak berdaya di ruang tengah
Dika tidak ingin terpisah jauh dari Alia, ia menyayangi Alia
Dika hanya memikirkan bagaimana Alia jika tak ada dirinya akankah Alia mencari lelaki lain..

Tepukan halus di pundah Dika membangunkan pikirannya
"Dika gua tau, gua juga sama kaya lo,gua juga ga mau pisah dari Rara"
Adit merangkuk Dika sama-sama saling menenangkan satu sama lain

"Tapi lo tenang aja ini tuh cinta monyet Dik.."
Kini Adit berpindah duduk ke hadapan Dika

"Nanti kita sampe di Jakarta juga banyak yang cantik"
Tangan Adit ikut berekspresi

Tidak bukan bagi Dika perasaannya pada Alia bukanlah cinta monyet baru kali ini ia bisa menyayangi perempuan lain seperti ia menyayangi ibunya sendiri

"Gue mau mandi Dit"
Dika bangkit dari tempat duduknya, ia menggendong tas nya dan pergi ke kamarnya

"Gue tau Dik"
Adit berkata kecil ia megerti perasaan kembarannya kini

Gimana gue harus jelasin sama Alia kalau gue harus pindah ke Jakarta, sekarang udah bulan Desember berarti ga sampai sebulan lagi..  Gue harus jelasin ke Alia

Dika langsung menghubungkan aplikasi Line miliknya ke Id line milik Alia

Andika putra Alia bisa kita ketemu sore ini?
Rahmalia anggina bisa kok Dik dimana?
Andika putra Di kedai es krim deket minimarket?
Rahmalia anggina oke see you😊

Dika semakin tidak tega bicara pada Alia, ia juga sudah tau sudah bisa merasakan bahwa Alia sudah menaruh hati padanya

Kini Dika hanya bersiap menerina segala kemungkinan yg diucapkan Alia
Ia menyayangi Alia namun ia tak ingin Alia menunggunya tanpa kepastian

~~~
Baju merah dipadu rok selutut membuat Alia terlihat manis
Ia menunggu Dika di kedai es krim Alia kini di hantui penasaran apa yang ingin Dika katakan

"hai, udah lama?"
Dika menyapa Alia membuat gadis itu kaget
"hai eh nggak kok Dika"
Alia memancarkan senyum khasnya
Mata Dika sembab tak mampu lagi ditutupi
"kamu kenapa Dika?"
Tanya Alia panik
"Alia aku mau ngomong hal penting sama kamu boleh?"
"Boleh Dika"

Dika terdiam sekian lama mengumpulkan energi untuk bicara

"Alia aku mau pindah ke Jakarta bulan depan"

Napas Alia tersentak mendengar ucapan Dika ia tak kuasa menahan tanya

"kenapa Dika? Kok pindah?"
Nada bicara Alia mulai panik dan bingung membuat Dika tak kuasa ingin memegang tangan Alia

"Maafin aku Al"

"Dika kamu ga perlu minta maaf"

"Aku masih mau jagain kamu Al"

"Dika aku akan selalu ada buat kamu"

Kalimat Alia membuat Dika tenang kini ia bisa sedikit lega
Mereka berdua sepakat untuk menghabiskan waktu satu bulan ini bersama

Dan, ketika cinta memilihTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang