EIRENE 3 | The Lady and Her Servants

541 88 11
                                        

' She looked at us like human when others looked us like monsters,' -Jiyeon's Servants.



"Aku rasa ada sedikit kesalah pahaman disini," kata Raja lalu menyentuh pundak Jiyeon. "Dia adalah kepala keluarga Midford, Jiyeon Midford yang dikenal anakku dan teman-temannya sebagai Park Jiyeon."

Eirene part 3

Semua orang yang ada di ruangan itu pun terkejut begitupun Myungsoo yang terlihat mengepalkan tangannya. "Midford?" gumamnya terlebih pada dirinya sendiri.

"Duduklah, anakku," kata Raja mempersilahkan.

Jiyeon mengangguk lalu duduk di kursinya setelah mengatakan terima kasih pada Jisub. Saat mendongak, matanya bertemu mata tajam Myungsoo yang tidak lepas darinya. Jiyeon membalasnya dengan mengulas senyum kecil hanya untuk sekedar sopan santun.

Yunho mundur beberapa langkah berdiri di belakang Jiyeon lalu menatap Woohyun yang juga berdiri di belakang Myungsoo. Ia memperlihatkan senyum ramahnya pada Woohyun yang hanya dibalas Woohyun dengan tatapan tajamnya seperti Myungsoo. Kedua tangannya mengepal di sisi tubuhnya, menahan emosi yang ingin ia keluarkan.

Makan malam berjalan lancar dengan suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Setiap menyuap makanannya, Myungsoo sesekali melirik Jiyeon dari balik bulu matanya. Jiyeon hanya memakan makanannya dalam diam tanpa memedulikan banyak pasang mata yang berkali-kali menatapnya diam-diam.

Setelah makan malam selesai, mereka dipersilahkan kembali ke tempat pesta utama yang sudah disediakan gelas yang disusun seperti piramida yang berisi wine. Tentu saja wine itu untuk orang dewasa.

Seseorang mengawasi pergerakan Jiyeon dari balik dinding. "Lakukan tugas kalian sekarang!"

---

Jiyeon's Manor (09.00 PM)

Hyomin menutup gagang teleponnya, membalikkan badan lalu berjalan menyusuri lorong-lorong yang disinari lampu. Tangannya merogoh saku celana sebelah kanan lalu mengeluarkan sebuah benda. Mengumpulkan rambutnya ke atas, ia mengikatnya menggunakan benda itu menjadi kuncir kuda. Ia menaiki anak tangga yang mengantarnya ke balkon teratas manor Jiyeon lalu membuka sebuah kotak yang cukup panjang mengeluarkan sebuah senapan laras panjang. Dengan cepat, ia memasang lensa lalu peredam suara yang terletak di ujung benda itu.

Hyomin membidikkan senapan itu ke bawah lalu menemukan beberapa orang yang sedang bersembnyi di balik semak-semak dan pohon dengan berbagai macam senjata api yang ia ketahui cukup berbahaya. Ia menekan earphone yang terpasang di telinganya lalu berkata, "Kalian bersiap di tempat!"

"Baik!"

---

Evelyn POV

"Baik!" jawabku setelah menerima perintah dari Hyomin.

Namaku Evelyn. Hanya Evelyn karena itulah nama yang diberikan majikanku, nona Jiyeon saat pertama kali kami bertemu. Perlu diketahui bahwa aku adalah mantan mata-mata yang berasal dari Rusia. Keahlianku adalah menembak dengan akurat sejauh apapun target itu berada. Pistol, rifle, shotgun, atau senjata api lain bisa ku gunakan. Secepat apa pun lawannya, aku akan bisa melumpuhkannya. Kenapa? Karena kami adalah pelayan Minford.

Aku sangat bersyukur saat itu bertemu dengan nona disaat semua orang melupakan dan bahkan membuangku.

Flashback

New York few years ago.

"Agen 8, pergilah ke lokasi 27DA dan menyamarlah menjadi salah satu anggota penyergapan. Ketika waktunya tepat, habisi mereka semua agar kita bisa pergi!" perintah pemimpinku yang langsung ku kerjakan.

EIRENECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang