Part 4 : Can't Get Over You

495 43 4
                                        


Gadis cantik berambut hitam pekat itu memiringkan kepalanya, menampunya dengan tangan kanannya. Matanya lekat memandangi sesosok lelaki rupawan yang masih terbaring tenang di hadapannya. Senyum kecil terukir di bibir tipisnya setiap melihat lekukan rupawan wajah sang lelaki yang terukir begitu sempurna. Dia baru tahu jika ciptahan Tuhan yang satu ini benar benar indah.

Ini sudah sebulan dan lelaki itu masih betah menutup kedua matanya.  Entah kapan kedua mata itu akan terbuka. Gadis itu mulai membayangkan bagaimana jika kedua mata itu terbuka dan menatapnya hangat. Bagaimana jika bibir pucat itu tersenyum padanya, pasti akan sangat sempurna. Membayangkannya saja sudah membuat pipi gadis itu bersemu merah.

"Unnie, apa oppa belum bangun juga?"

Seorang gadis berambut pirang sebahu muncul dari balik pintu sembari menenteng satu kantung makanan. Diletakkannya makanan itu di hadapan si gadis rambut hitam dan menatapnya iba.

"Makanlah unnie, sudah dua hari kau tidak makan sama sekali. Setelah itu pulang dan beristirahatlah. Oppa biar aku yang akan menjaganya,"
Namun gadis berambut hitam pekat itu menggelang lemah. Tidak setuju dengan ide itu walaupun dia  tidak mengatakan apapun. Tidak rela meninggalkan sosok lelaki terbaring itu barang sedetikpun.

"Unnie, jangan terlalu merasa bersalah. Semua yang terjadi pada oppa bukan kesalahanmu. Jadi berhentilah menghukum dirimu sendiri,"

"Pergilah Kim Namjoo, biarkan aku menjaganya sampai dia bangun!"


~ ㅇㅇㅇ ~

"Kau baik baik saja? Perlu kupanggilkan dokter? Atau ada yang sakit? Di bagian mana? Katakan saja.."

Lelaki itu menatap sekelilingnya bingung, terutama gadis cantik bertubuh tinggi semampai dan berambut hitam pekat yang ada dihadapannya sekarang. Dan sedang menatapnya khawatir. Apa dia mengenal gadis itu? Seingatnya tidak.

"Maaf tapi kau siapa?"

Suaranya serak. Tentu karena selama sebulan ini dia habiskan waktunya untuk tidur panjang yang mengkhawatirkan. Sehingga ketika mengeluarkan suaranya, tenggorokannya terasa tercekat. Membuatnya tak sanggup menahan ringisannya.

Gadis dihadapannya dengan sigap menyodorkan segelas air putih yang memang sudah tersedia bahkan membantunya agar si lelaki tidak kesulitan. Hatinya bersorak kegirangan karena keinginannya agar si lelaki bangun terkabul. Jika dia tak bisa menjaga sikapnya mungkin sekarang dia sudah memeluk sang lelaki itu. Tapi itu tidak mungkin kan? Memangnya dia siapa...

"Uhm terima kasih banyak. Tapi maaf aku tanya sekali lagi kau siapa? Dan apa kita pernah saling mengenal?"

"Ah itu, umm ya namaku Park Jiyeon. Dan kurasa kita baru sekali ini mengenal, dan mengenai alasanmu kenapa bisa sampai berada disini itu semua karena aku. Jadi aku yang bersalah.."

"Oh begitu.." respon sang lelaki, dia bahkan tidak begitu ingat kenapa dia bisa sampai berada di tempat ini, tapi gadis bernama Jiyeon itu terlihat amat bersalah. "...senang mengenalmu Jiyeon-ssi, namaku-"

"Kim Myungsoo! Ya aku sudah tau hehe.." potong gadis itu kikuk.

"Benar haha bagaimana kau tahu?"

"Tentu saja karena aku yang membawamu kesini dan aku juga yang selama ini menunggumu bangun eh-" Jiyeon menutup mulutnya sedikit keras. Dia malu sekali, kenapa lancang sekali mulutnya mengatakan hal yang tidak tidak.

"...eh anu maksudnya tentu aku merasa bersalah membuatmu sampai seperti ini jadi ya aku merasa harus bertanggung jawab sepenuhnya sampai kau bangun dan sehat kembali! Ya itu maksudku tadi!"

Between Us ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang