Part 7 : Uncontrollable - (1)

359 39 21
                                        

"Maaf Jiyeon-ah.."

"Untuk apa? Jangan bercanda, kau kan tidak punya salah apapun.."

Jiyeon memandang Myungsoo dengan bingung namun tertawa kecil mengira lelaki itu hanya bercanda.

"Untuk mengaku sebagai kekasihmu di depan temanku. Aku benar benar minta maaf,"

"Ahh itu.."

Tawa Jiyeon luntur seketika. Padahal dia sudah merasa senang ketika Myungsoo bilang dia adalah kekasihnya. Membuatnya tersenyum begitu lebar saat itu.

Dan sekarang Myungsoo membawanya kembali pada kenyataan. Bahwa mereka bukan apa apa selain teman. Bahwa sampai sekarang Kim Myungsoo tidak bisa memandangnya sebagai seorang gadis yang mencintainya.

Walaupun kemana mana mereka selalu bersama layaknya sepasang kekasih. Namun semua mungkin saja hanya harapan kosong bagi Jiyeon.

Entah sampai kapan dia akan menunggu Myungsoo.

"Tidak apa apa.. aku mengerti Myungsoo-ah,"

Jiyeon hanya sanggup tersenyum. Menyembunyikan rasa sakit yang sebenarnya dia rasakan.

~ ㅇㅇㅇ ~



Aroma kopi yang semerbak itu benar benar mengganggu indra penciuman Naeun yang saat ini asyik bercinta dengan selimut hangatnya. Membuat gadis itu mau tak mau membuka matanya.

Masih tersisa sedikit sembab disana. Apalagi penyebabnya kalau bukan karena pertemuan mendadaknya dengan Kim Myungsoo. Masa lalu terindahnya. Kenangan berharganya.  Sekaligus luka paling menyakitkan.

Sebagian malamnya dia habiskan untuk menangisi lelaki itu. Namun setelah itu dia tersadar bahwa semua itu sia sia saja. Naeun jadi merasa amat bodoh, dan langsung menghentikan tangisnya. Bahkan lelaki itu saja bertingkah seperti orang asing di hadapannya.

Menjengkelkan? Tentu saja iya!

"Naeun-ah, kau sudah bangun?"

Astaga! Naeun bahkan hampir lupa jika saat ini dia bersama Luhan. Semua gara gara lelaki itu, membuatnya lupa segalanya bahkan dengan tunangannya sendiri.

"Terkutuklah kau Kim Myungsoo!" rutuk Naeun dalam hati.

Luhan yang khawatir karena Naeun bahkan sama sekali tak menjawab pertanyaannya, segera mendekati gadis itu.

"Astaga! Naeun-ah badanmu panas sekali!! Kenapa tidak bilang jika kau sakit, hah?"

Luhan mendadak panik begitu punggung tangannya menyentuh dahi Naeun. Panasnya benar benar tinggi. Pantas saja sedari tadi gadisnya sama sekali tidak menyahut.

Dengan panik ditelfonnya semua kontak dokter terbaik yang dia kenal. Dia terlalu khawatir dengan gadisnya.

"AKU BILANG CEPAT SURUH DOKTER CHOI KESINI! KALAU TIDAK KUPASTIKAN BESOK KAU AKAN MENERIMA UANG PESANGONMU!"

BRAKK!!

Ponsel mahal seharga jutaan won itu menjadi sasaran amarah Luhan. Hancur berkeping keping karena terbentur dinding yang keras.

Tubuh Naeun serasa menggigil. Sedahsyat inikah efek pertemuan tak terduganya dengan Myungsoo? Naeun bahkan baru ingat jika dia belum makan apapun dari kemarin. Hanya mengurung diri di kamar menghindari lelaki itu.

Dan akibatnya sekarang dia mengalami demam yang amat tinggi. Kepalanya pun terasa amat berat walau hanya dia gunakan untuk menoleh.

"Naeun-ah, maafkan aku tidak memperhatikanmu kemarin. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku hingga mengabaikanmu.. maaf.."

Between Us ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang