Part 3 : Nice to Meet You

533 53 6
                                        

Blam!

Naeun membanting pintu kamarnya dengan keras. Merasa kesal dengan sikap kedua orang tuanya yang selalu memaksakan kehendaknya. Seperti burung di dalam sangkar, begitulah kehidupannya sejak kecil.

Membenamkan wajah cantiknya ke bantal, dia kembali menangis keras. Seharusnya dia sudah tidak disini. Seharusnya dia sudah tidak terkekang seperti ini. Seharusnya dia sudah kabur bersama Myungsoo jika saja malam itu Myungsoo datang.

Tetapi semua tidak berjalan sesuai rencananya. Kenyataannya Myungsoo tidak datang menemuinya. Itu artinya Myungsoo sudah melepasnya. Memikirkannya saja sudah membuat hati Naeun sakit.

Ini sudah sebulan. Dan orang tuanya masih betah mengurungnya. Tidak mau mengambil resiko jika nanti Naeun akan melakukan tindakan gila seperti kabur dari rumah lagi. Dan semua ini membuat Naeun stress.


"Persiapkan dirimu, minggu depan ada pertemuan dengan keluarga calon suamimu. Jadi jangan bertindak macam macam atau kau tahu akibatnya!"

"Tapi Ayah..."

"Tidak ada penolakan Son Naeun! Kau harus tetap melakukannya jika kau masih ingin aku anggap anak!"


Kejam. Sikap ayahnya yang memang terlalu keras benar benar menyiksanya. Naeun tahu jika pernikahan ini hanyalah berdasarkan bisnis dan dia tidak bisa menerima semua itu.

Dia hanya ingin Myungsoo. LKim-nya.

Aku baru sadar, semua terasa berat tanpamu Kim Myungsoo.. aku merindukanmu.

~ ㅇㅇㅇ ~

"Hey ayo tersenyumlah, jangan cemberut begitu jelek tahu!"

Naeun menghela nafasnya berat. Masih tidak mengerti kenapa semua ini harus menimpanya. Chorong yang saat ini sedang meriasnya hanya menatapnya khawatir.

"Kau beruntung unnie, walaupun kau dan Woohyun oppa dijodohkan tetapi kalian saling mencintai. Sedangkan aku? Ah aku ingin mati saja rasanya.."

"Jangan putus asa begitu Naeun-ah, siapa tahu nantinya kalian bisa saling mencintai. Selalu ada kemungkinan untuk itu bukan?"

"Bagaimana dengan Myungsoo?" mata Naeun kembali berkaca kaca. Air matanya habis hanya untuk menangisi lelaki itu. Yang bahkan sampai sekarang sama sekali tidak menghubunginya.

"Berhenti memikirkannya Son Naeun! Dia saja tidak menemuimu artinya dia sudah tidak mencintaimu! Lupakan dia!"

Chorong berkata dengan tegas. Merasa tidak suka karena Naeun selalu menangisi lelaki itu. Dia tidak suka melihat adik kecilnya sedih.

Sanggupkah aku melupakanmu Kim Myungsoo?  Mengapa terasa sangat sulit..

~ ㅇㅇㅇ ~

Lelaki itu tersenyum manis, bahkan matanya juga ikut tersenyum. Tampan. Pasti itu kesan pertama saat melihatnya. Dan lagi senyumnya terasa menyejukkan. Membuat Naeun mau tak mau ikut tersenyum.

"Kau Son Naeun?"

Naeun mengangguk. Ramah. Satu lagi poin plus lelaki di hadapannya ini. Bahkan suaranya amat lembut.

"Namaku Xi Luhan. Senang mengenalmu Miss Son,"

Dengan sedikit kikuk, Naeun menyambut uluran tangan lelaki itu. Seketika perasaannya membaik saat tangannya menyentuh kulit lembut sang lelaki. Tidak seburuk yang dia kira.

Entah mengapa dia mempunyai perasaan baik pada Luhan.

~ ㅇㅇㅇ ~


Between Us ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang