Part 9 : Uncontrollable (2)

410 36 6
                                        

Warning!!
Beware for some mature content!!
Ada beberapa yang memang dikhususkan untuk yang 18+ jadi dimohon dengan sangat yg belum cukup umur harap di skip saja hehe :D

Enjoy guys^^














Gadis itu melangkahkan kakinya pelan. Menyusuri lorong hotel tempatnya menginap untuk kembali ke kamarnya. Merasa senang karena akhirnya bisa menghirup udara bebas lagi. Berhari hari mengendap di rumah sakit hanya membuatnya semakin stress. Ia memang paling benci bau obat dan rumah sakit.

Senyumnya sedikit mengembang mengingat besok dia sudah akan kembali ke rumahnya. Walaupun sedikit menyesal karena dia belum sempat menikmati indahnya pulau Nami, namun setidaknya pulang lebih baik daripada ada disini dan bertemu lelaki itu. Membuat perasaannya tak menentu.

Son Naeun memelankan langkahnya saat mendengar suara ribut dan teriakan dari kamar nomor 104 yang ada beberapa langkah di depannya. Rasa penasaran gadis itu memuncak apalagi saat pintu kamar itu sedikit terbuka.

"Abaikan saja, bukan urusanmu Son Naeun!" gadis itu bergumam sendiri, tentu merasa tak sopan mengintip urusan orang.

Namun, sepertinya tubuhnya tergerak otomatis. Berhenti tepat di depan kamar 104 tersebut dan kepalanya tertoleh, hingga kelerengnya menangkap pemandangan yang seketika membuat hatinya teriris.

Lelaki itu ada di dalam sana.

Bersama kekasihnya.

Bahkan sedang berciuman panas dan posisi mereka bahkan tidak lazim.

Dengan si gadis yang berada di atas tubuh lelaki itu.

Naeun menggigit bibir bawahnya. Menahan pergolakan emosinya yang.. entahlah. Sangat sulit untuk digambarkan.

Tidak. Dia baik baik saja. Dia tak apa, ya benar! Naeun memejamkan matanya dan mencoba menenangkan hatinya sendiri.

Kakinya ia langkahkan cepat meninggalkan tempat itu. Tak ingin tahu dan tak ingin peduli dengan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

"Kim Myungsoo bodoh! Idiot! Setidaknya jika ingin melakukan itu tutup rapat pintunya, bodoh!!"

Son Naeun tak sadar jika pipinya bahkan sudah basah oleh lelehan air mata.

~ ㅇㅇㅇ ~

Bruk!

Dengan sedikit kasar, Myungsoo mendorong Jiyeon hingga gadis itu sedikit terlempar. Untungnya masih mendarat dengan aman di atas kasur.

Rahang lelaki itu mengeras. Wajahnya benar benar merah menahan emosi. Dia benar benar tak menyangka jika Jiyeon bisa melakukan hal senekat itu. Selama ini dia mengenal Jiyeon sebagai gadis yang manis dan ceria. Tak pernah menyangka jika bisa seagresif ini.

Namun melihat gadis itu yang menunduk dan semakin menangis hebat, membuat Myungsoo sedikit menahan emosinya.

"Kumohon jangan lakukan itu lagi Jiyeon-ah.."

Myungsoo berkata lemah. Seumur hidupnya, dia tak pernah ingin berbuat kasar kepada wanita manapun. Dia lelaki yang sangat menghormati wanita.

Jadi, Myungsoo hanya bisa membuang nafasnya kasar. Berbalik, keluar dari kamarnya yang benar benar berantakan. Namun tangan Jiyeon tiba tiba menggenggam ujung kaos hitam yang Myungsoo kenakan erat. Membuat lelaki itu kembali menghentikan langkahnya.

"Jangan pergi.." cicit Jiyeon lirih.

"Istirahatlah Jiyeon-ah, kurasa kau perlu menenangkan dirimu. Aku akan kembali setelah kau tenang.."

Between Us ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang