'Tidak ada kebetulan di muka bumi ini. Bahkan kebetulan yang benar benar kebetulan pun adalah rencana Tuhan yang tak akan pernah meleset'
Setidaknya itu salah satu quote dari salah satu buku yang pernah Naeun baca. Sekilas langsung teringat kutipan tersebut saat maniknya kembali dipertemukan dengan sepasang mata elang berwarna kelam yang selalu membuatnya tak bisa berkutik.
Apakah memang pertemuannya dengan Kim Myungsoo adalah rencana Tuhan?
Demi Tuhan! Seoul begitu luas tapi mengapa lagi lagi dia harus bertemu orang yang sama? Sudah cukup hatinya yang rapuh dipermainkan oleh lelaki itu saat mereka dipertemukan di Pulau Nami.
Naeun tak tahu harus merasa senang atau justru sedih dengan kenyataan itu. Semuanya terasa abu abu dan abstrak baginya.
Lelaki itu muncul di hadapannya dengan tampilan baru. Naeun tak bisa mengelak jika Myungsoo berkali lipat lebih tampan dengan potongan rambut blondenya.
Dan satu hal penting, jika Naeun juga baru saja mengubah warna rambutnya menjadi blonde juga!
Ya Tuhan, kenyataan pahit macam apalagi ini?
"Oppa aku sudah selesai! Ayo pul— Naeun unnie??"
Namjoo yang muncul tiba tiba dari belakang Myungsoo tak kalah terkejut mendapati Naeun yang mematung di depan Myungsoo. Kedua manusia itu tampak seperti orang bodoh bagi Namjoo karena sama sama tak bisa melepas pandangan satu sama lain.
"Oh Namjoo-ya, lama tidak bertemu.."
~ ㅇㅇㅇ ~
Kedua gadis dewasa itu masih saling terdiam. Menghabiskan setengah jam waktu mereka sia sia hanya untuk bertahan dalam keheningan.
Si gadis berambut pirang hanya melempar pandangan ke luar jendela cafe. Baginya pemandangan jalanan sore kota Seoul lebih menarik dibanding harus terjebak dengan gadis yang lebih tua setahun darinya dan sekarang duduk di hadapannya.
Lain dengan si gadis dengan rambut blonde panjangnya —yang tadinya rambutnya berwarna coklat tua— menatap si pirang di hadapannya penuh harap. Dia sungguh merindukan gadis itu, namun sepertinya keadaan sudah berubah. Gadis pirang dihadapannya itu terlihat membencinya, bahkan dia enggan menatap lawan bicaranya.
"Bagaimana kabarmu, Kim Namjoo?"
"Kau mengajakku bertemu hanya untuk menanyakan kabar? Lebih baik aku pergi daripada membuang waktuku sia sia disini!" ujar Namjoo ketus.
"Tidak.. bukan begitu maksudku Namjoo-ya,"
Naeun segera menahan tangan Namjoo yang hendak beranjak pergi. Membuat gadis itu kembali mendudukkan dirinya dengan terpaksa.
"Tidak usah sok akrab denganku Naeun-ssi! Kau tahu kita tak bisa seperti dulu lagi kan, bahkan jika bisa anggap saja kita tak pernah kenal!"
Son Naeun baru tahu, Kim Namjoo yang manis dan ceria, yang dikenalnya dulu bisa berubah jutek dan menjengkelkan seperti ini. Naeun bahkan tak tahu apa kesalahannya hingga Namjoo berubah begitu membencinya.
"Kenapa kau seperti ini Namjoo? Apa aku berbuat suatu kesalahan padamu?"
"Kau.. sejak kapan bertemu Myungsoo oppa lagi? Sebelum hari ini apa kalian pernah bertemu sebelumnya?"
Naeun menghela nafasnya, berusaha sabar. Gadis di hadapannya bukannya menjawab pertanyaan yang ia ajukan justru balik bertanya. Naeun tak mengerti, hanya saja tersirat nada kekhawatiran yang teramat sangat dalam nada suara Namjoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us ✔
FanfictionSon Naeun tak pernah menyangka, jika perpisahannya dengan Kim Myungsoo bukanlah akhir dari segalanya. Perpisahan tanpa kata itu justru merupakan awal yang baru bagi kisah mereka. Namun, keadaan memang sudah tak sama. Naeun yang sudah terikat dengan...
