Part 13 : Trauma

328 34 10
                                        

"Namjoo-ya!! Kim Namjoo!! Cepat buka pintunya!!"

Myungsoo berteriak sekeras kerasnya dengan tak sabaran. Keadaannya sungguh kacau saat ini, wajah tampannya tampak lebam sana sini. Bahkan lengannya terluka cukup lebar dengan darah yang tak berhenti mengalir.

Namun apa pedulinya?

Gadis yang ada dalam gendongannya saat ini kondisinya bahkan jauh lebih memprihatinkan. Baginya keselamatan gadis itu lebih penting dibandingkan dirinya sendiri.

Melihat gadis itu yang merintih kesakitan dan terluka parah adalah hal yang paling tidak ingin Myungsoo lihat. Sebisa mungkin dia akan melindungi gadis itu bahkan jika dengan nyawa taruhannya.

Pertahanan Myungsoo sebagai lelaki runtuh sudah. Dia menangis hebat. Merasa gagal melindungi gadis yang dicintainya.

"Namjoo.. kumohon cepat buka pintunya!!"

Kriet~

"Astaga! O..oppa, apa yang terjadi?"

Tanpa mempedulikan pertanyaan Namjoo, Myungsoo bergegas masuk ke dalam rumahnya. Meletakkan gadis dalam gendongannya di atas sofa panjang dan mencari kotak P3K yang entah bagaimana caranya sangat sulit ditemukan. Membuatnya benar benar gusar dan emosi.

Untung saja Namjoo sigap dan segera menyodorkan kotak P3K yang ia temukan lebih dulu sebelum Myungsoo mengamuk karena tak juga menemukannya. Gadis berambut pirang panjang itu hanya terdiam memperhatikan, mengerti jika kakaknya tidak bisa diganggu dahulu.

"Naeun-ah.. ku..mohon buka matamu.. jangan tinggalkan aku Sonna.."

Tangan Myungsoo bergetar hebat dengan air matanya yang terus mengalir saat menyentuh luka luka di wajah juga tubuh gadis malang itu. Kepalanya terasa pening karena dia sendiri juga kehilangan banyak darah akibat luka sayat di bagian lengannya.

Namun kondisi Naeun lebih mengenaskan. Wajah cantiknya lebam dan berdarah di bagian pelipis, kening dan ujung bibirnya. Tubuh gadis itu terdapat banyak lebam yang membiru, pakaiannya sudah koyak tak berbentuk. Kaos yang dikenakannya bahkan sudah benar benar tak layak hingga Myungsoo harus menutupi tubuh hampir telanjangnya dengan jaketnya.

"Oppa, kau juga harus obati dirimu, Naeun unnie biar aku yang obati."

Karena tak tega melihat keadaan Myungsoo, Namjoo akhirnya menawarkan bantuannya walau sedikit tidak rela karena sejujurnya dia masih menyimpan dendam dan membenci Naeun. Tapi melihat kakaknya yang terlihat hancur, akhirnya Namjoo luluh juga.

"Ini salahku.. ini salahku.. maaf Naeun-ah, jika saja aku tak datang terlambat.. maaf Sonna.."

Myungsoo terus saja meracau menyesali dirinya atas apa yang menimpa Naeun. Membuat Namjoo benar benar sedih melihatnya. Sebegitu besarkah kakaknya mencintai Son Naeun?

"Oppa, kumohon jangan menyalahkan dirimu sendiri. Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tapi untuk saat ini kau juga harus obati dirimu. Jangan sampai kau terlalu mementingkan Naeun unnie tapi justru mengabaikan dirimu sendiri.."

"..aku tahu Naeun unnie sangat berharga bagimu, tapi kau juga harus sembuh agar bisa melindungi kalian berdua. Jadi sekarang oppa bersihkan tubuh dan obati lukamu, ya? Percayakan Naeun unnie padaku!"

Namjoo mengelus pelan pundak Myungsoo yang bergetar hebat dan tersenyum lembut. Sepertinya berhasil karena Myungsoo sedikit merasa tenang.

"Baiklah Namjoo-ya.. tolong rawat Naeun sampai dia sembuh."

~ ㅇㅇㅇ ~

Seberkas cahaya putih merangsek memasuki pupil gadis itu. Membuat kedua matanya yang masih asyik terpejam terpaksa harus terbuka perlahan. Menyesuaikan cahaya yang ada agar maniknya terbiasa.

Between Us ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang