Part 15 : Nightmare

347 36 10
                                        

Beware for some rude and mature content guys😅✌

Enjoy^^
















Menghapus sisa sisa air matanya, Naeun mengumpulkan segenap kekuatannya yang tersisa. Gadis itu memegang handle pintu berwarna abu abu gelap di depannya ragu. Namun mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang dilakukannya kali ini adalah jalan terbaik.

Lama melamun, gadis itu harus tersentak saat pintu tersebut terbuka tiba tiba. Menampilkan sesosok lelaki berambut pirang yang menyambutnya dengan seringaian sinis.

Sungguh, Naeun sangat membenci seringaian tersebut. Membuatnya merasa terintimidasi tanpa sebab.

"Oh, nona Son Naeun rupanya.."

Menguatkan hatinya, gadis itu mencoba menghilangkan bayang bayang mengerikan tentang apa yang sudah dilakukan lelaki itu padanya. Hal mengerikan yang juga membuatnya trauma setengah mati. Benar, dia harus menghadapinya dan berhenti melarikan diri.

"Kita harus bicara, Xi Luhan!"

Luhan, lelaki itu tertawa. Entah apa yang ditertawakannya.

"Mari kita masuk, Mrs Xi!"

Jika dulu Naeun selalu tersipu saat Luhan memanggilnya Mrs Xi, sekarang yang tersisa hanyalah rasa muak. Setelah semua yang dilakukan lelaki itu.

Naeun bahkan tak pernah menyangka, jika Xi Luhan yang dikenalnya sebagai lelaki berhati malaikat, kini tak ubahnya seperti iblis. Perubahan yang terjadi dalam sekejap.

Gadis itu meremas tali tas selempang yang dipakainya. Mengikuti langkah Luhan masuk ke dalam rumah mewah lelaki itu. Hingga mereka tiba di dalam kamar Luhan.

"Baiklah, sekarang apa yang ingin kau bicarakan?"

Luhan terduduk santai di atas kasur berukuran king size-nya. Menatap remeh Naeun yang berdiri kaku di balik pintu kamar Luhan yang entah sejak kapan lelaki itu berhasil menguncinya.

Jangan sampai, batin Naeun. Jangan sampai hal buruk itu terjadi lagi padanya.

"Aku.. akan menikah denganmu," Naeun menelan salivanya susah payah, menahan nafasnya sejenak sebelum melanjutkan ucapannya. "Aku juga akan menuruti semua kemauanmu, aku tak akan melawan dan melarikan diri lagi, tapi dengan satu syarat!"

"Wow, ini menarik. Syarat apa, hm?"

Luhan bangkit dari duduknya, menghampiri Naeun yang masih berdiri kaku, mencoba melawan ketakutannya. Ditatapnya gadis itu dengan pandangan licik.

"Jangan pernah sakiti Myungsoo, jangan masuk ke kehidupannya. Biarkan dia hidup tenang, Xi Luhan.."

Tawa Luhan pecah seketika. Namun tawanya terdengar mengerikan bagi Naeun. Dalam hati dia hanya bisa berdoa, semoga dia bisa keluar dari tempat ini sesegera mungkin.

BRAKK!!

Naeun berjengit kaget, memejamkan matanya ketakutan saat Luhan menggebrak pintu yang menjadi sandarannya dengan keras. Membuat tubuh kurusnya semakin terhimpit, karena Luhan semakin mempersempit jarak diantara mereka.

"Bahkan ketika kau memutuskan hal yang menyangkut masa depanmu sendiri, kau ternyata lebih memikirkan Kim Myungsoo? Ckck, kau benar benar membuatku marah Son Naeun! Begitu berartinya kah dia dimatamu, huh? Sampai sampai kau rela mengorbankan dirimu sendiri?"

"Akkhh.."

Naeun merintih, menahan rasa sakit akibat Luhan yang tiba tiba mencekal lehernya dengan sangat keras. Kuku kuku lelaki itu bahkan hampir saja merobek kulit rahang Naeun. Gadis itu berusaha kuat agar air matanya tak terjatuh, walaupun rasa sakit yang dirasakannya semakin besar.

Between Us ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang