Part 12 : Gonna be Revealed

351 40 10
                                        

Angin yang bertiup di awal musim semi itu seakan tak sanggup mengusik mereka. Bahkan dentingan jam yang terus berjalan menunjukkan malam semakin tua. Namun kedua insan itu tak berniat menghentikan kegiatan mereka.

Hanya saling menatap dalam.

Menyampaikan seluruh rasa yang terpendam tanpa kata.

Mencoba saling mengerti dalam keheningan.

Tangan kanan Naeun terulur tanpa sadar. Menyentuh lembut pipi Myungsoo tanpa melepaskan tatapannya.

"Apa yang sudah mereka lakukan padamu?"

Gadis itu berbisik lirih. Sangat lirih layaknya bisikan angin. Menatap sendu lelaki di hadapannya.

"Maaf, Son Naeun.."

Myungsoo meraih tangan Naeun yang berada di pipinya. Menggenggamnya erat. Sedikit demi sedikit memangkas jarak di antara mereka. Satu tangannya melingkar sempurna pada pinggang ramping Naeun. Mendekatkan wajahnya hingga dahi dan hidung mereka saling bersentuhan.

Bisa Naeun rasakan hembusan nafas hangat Myungsoo yang membelai kulit wajahnya. Membuat gadis itu berhasrat hebat untuk kembali mengulang momennya yang sempat tertunda saat di pulau Nami. Namun sebisa mungkin dia tahan dalam dalam. Karena bukan itu tujuannya kemari.

Lalu apa tujuan Naeun sebenarnya?

Ck, bahkan Son Naeun sendiri tak mengerti mengapa dia bisa berakhir di depan studio Myungsoo seperti ini. Karena dia hanya mengikuti kemana hatinya berlari.

"Maaf Naeun-ah, karena tak bisa menjalankan kesepakatan kita untuk saling melupakan, maafkan aku.."

Bodoh! Itu hanya keputusan sepihakmu Kim Myungsoo idiot! Teriak Naeun dalam hati.

"Aku tidak bisa melepasmu Son Naeun, benar benar tak bisa. Maafkan aku.."

Lontaran kata kata yang keluar dari mulut Myungsoo tersebut tentu membuatnya senang. Karena sesungguhnya perasaannya pada lelaki itu juga masih sangat besar.

Namun sepertinya semua tak akan mudah. Naeun sudah terikat dengan Luhan dan Myungsoo juga sudah punya kekasih —setidaknya itu yang Naeun tahu—. Jangan lupakan rencana pernikahan Naeun yang tinggal dua bulan lagi.

Lalu apa yang bisa mereka lakukan?

Memikirkannya membuat Naeun tak tahan untuk menahan air matanya. Mengapa semua begitu rumit? Belum lagi memikirkan dalang di balik pengeroyokan pada Myungsoo setahun yang lalu. Asal mula hubungannya dengan Myungsoo rusak.

"Aku masih menginginkanmu LKim, tapi apa itu mungkin?"

Myungsoo tertegun. Ya, mereka sadar jika masih menginginkan satu sama lain. Mereka saling membutuhkan. Mereka saling bergantung. Dan yang terpenting mereka masih saling mencintai.

"Mari kita mencari cara agar bisa bersama tanpa menyakiti orang lain Son Naeun."

Naeun mengangguk, tersenyum kecil. Tak pernah dia merasa sebahagia ini sebelumnya semenjak berpisah dengan Myungsoo. Gadis itu meyakinkan hatinya jika memang ini yang terbaik untuknya.

Ya, kebahagiannya memang hanya bersama Myungsoo.

"Jangan pernah lepaskan aku lagi, LKim. Janji ya?"

"Tentu saja, mari kita hadapi semuanya bersama sama.."

Jantung Naeun serasa akan membludak saat Myungsoo menyambar bibirnya. Membawanya dalam ciuman hangatnya. Tanpa mereka sadari jika sepasang mata dari kejauhan menatap mereka dengan dendam yang menyala.


~ ㅇㅇㅇ ~


Luhan berkali kali melirik jam dinding yang tergantung manis di dinding kamar Naeun. Membaringkan tubuhnya, merasa bosan.

Between Us ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang