Part 6 : Hello! Stranger?

391 45 15
                                        

"Pulau Nami?"

Luhan mengangguk semangat. Mengukir senyum lebar setelahnya melihat raut wajah Nyonya Son yang tersenyum cerah.

"Wah ide yang sangat bagus Luhan! Eomma sangat setuju! Tapi kalian kesana hanya untuk liburan?"

"Ya tentu saja eommonim, sepertinya akhir akhir ini Naeun terlihat stress. Dia jadi lebih pendiam dari biasanya, mungkin dengan berlibur bisa sedikit mengurangi beban pikirannya."

Nyonya Son tersenyum mendapati Luhan begitu memperhatikan anaknya. Dia tidak salah memilih calon suami untuk Naeun. Luhan memang lelaki yang baik.

"Terima kasih Luhan, sudah begitu memperhatikan Naeun. Eomma bersyukur Naeun mendapatkan lelaki sepertimu.."

Luhan hanya tersenyum malu mendapat pujian dari calon ibu mertuanya.

"Sudah kewajibanku sebagai calon suami Naeun, eommonim, jadi tidak perlu berterima kasih,"

"Pulau Nami kan tempat yang indah. Bagaimana jika kalian sekalian foto pre wedding disana?" usul Nyonya Son antusias.

"Eh.. foto pre wedding?"

~ ㅇㅇㅇ ~


"Lu! Apa yang kau lakukan?"

Sepasang mata Naeun membulat begitu masuk ke kamarnya dan disuguhi pemandangan koper koper pakaiannya yang sudah tertata rapi.

"Menurutmu?"

Luhan hanya tersenyum misterius, masih fokus dengan kegiatannya menata pakain Naeun dan memasukkannya ke dalam koper.

"Kau mau mencuri pakaianku eh? Atau kau mau menjualnya?"

"....aaaa jangan jangan kau mau mengajakku kabur ya? Huh! Aku tidak mau!"

Dugaan dugaan tak masuk akal Naeun tentu saja membuat Luhan terbahak. Gadisnya ini polos atau apasih. Bisa bisanya berpikir aneh seperti itu.

"Yak! Yak! Jangan tertawa! Katakan mau apa kau sebenarnya?"

Melihat Luhan yang tertawa terbahak bahak membuat Naeun gemas dan berkacak pinggang. Wajahnya merengut tapi justru terlihat bodoh di mata Luhan. Membuat lelaki itu semakin terbahak.

Naeun semakin gemas melihat Luhan bahkan tertawa semakin keras sampai memegangi perutnya. Membuatnya tak tahan untuk tidak mencubit perut lelaki itu.

"Yak yak! Ampun. Berhenti mencubit perutku, Naeun!"

Akhirnya Luhan menghentikan tawanya dan memelas menyadari cubitan Naeun sangatlah menyakitkan. Mungkin juga akan meninggalkan bekas memerah di perutnya.

"Hei sudah dong sayang, aku merapikan pakaianmu karena ingin mengajakmu berlibur!"

Luhan menggenggam erat kedua tangan Naeun agar kekasihnya itu berhenti mencubitnya. Dan berhasil. Wajah Naeun berubah sumringah mendengar kata liburan.

"Benarkah? Kita akan liburan kemana?"

"Pulau Nami,"

Naeun seketika memeluk Luhan erat membuat lelaki itu sedikit terdorong ke belakang.

"Terima kasih Lu!! Astaga aku memang sudah lama ingin kesana!" Naeun memekik senang.

"Hey, memangnya kau tidak pernah kesana ya? Sampai sesenang itu,"

Luhan mengacak rambut Naeun lembut setelah gadis itu melepas pelukannya.

"Pernah sekali, tapi sudah lama sekali mungkin sekitar empat tahun yang lalu bersama Myung—"

Between Us ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang