SUMMER
Aku menunggu di ruang tunggu, tepatnya di depan Unit Gawat Darurat. Sudah satu setengah jam Justin berada di dalam, dan tidak ada dokter atau perawat yang menghampiriku. Aku sudah mengisi seluruh data Justin sebagai pasien, dengan nama Jake Callahan tentunya. Aku tidak tahu kenapa aku menuliskan nama itu, tapi aku merasa harus melakukannya.
Karena terlalu bosan, akupun memutuskan menuju fending machine yang menjual kopi. Aku mengambil gelas plastik yang tersedia, kemudian memasukkan uang 2 dollar dan memilih rasa kopi di layar monitor mesin itu, dan menunggu kopiku keluar. Tepat saat aku kembali ke ruang tunggu tadi, ada perawat yang keluar dari ruangan pasien darurat. Tanpa basa basi, aku langsung menanyakan bagaimana keadaan Justin. Namun, perawat itu justru menyuruhku menunggu penjelasan dokter. Sedikit kecewa, aku pun duduk lagi di kursiku tadi sambil sesekali menyesap kopi dalam genggamanku ini.
"Apa Anda kerabat Mr. Callahan?" Seketika aku mengangkat kepalaku, dan mendapati seorang dokter wanita berusia tiga puluhan. Nama di dadanya bertuliskan Wendy Carter. Aku mengangguk ketika menyadari pertanyaan tadi ditujukan untukku. "Dia sudah bisa ditemani lagi sekarang."
Aku bangkit dari dudukku mengikuti dokter itu. Ia menuju salah satu tempat pasien dan aku mengekor di belakangnya. Saat tirai dibukanya, aku bisa melihat Justin berbaring di sana. Tanpa infus, dengan senyum di wajahnya yang ia berikan untuk dokter itu.
"Hai, Dokter! Kau kembali. Hai, Summer! Kau tahu, dokter cantik ini baik sekali, dia membantuku melewati rasa sakit. Dan, dia cantik. Oh, aku sudah bilang ya?" Ujar Justin dengan nada menggoda. Aku hanya mencibir.
"Jadi, dia kenapa, Dok?" Tanyaku pada akhirnya, berusaha tidak menghiraukan tatapan Justin yang penuh harap pada Dr. Wendy.
"Unfortunately, dia terkena air keras di pergelangan tangannya. Beruntung dia cepat dibawa kemari. Saat dia masuk tadi, langsung kuberi pertolongan pertama dengan memberikan analgesik. Obat penghilang rasa sakit. Kemudian kuobati dia secara topikal, agar luka ini tidak semakin melepuh. Beruntung dia tidak perlu dirawat." Mendengar kalimat terakhir Dr. Wendy, wajah Justin sekilas tampak muram.
"That's bad. I can't stay here any longer?" Justin benar-benar menggelikan. Aku bisa merasakan, Dr. Wendy juga tersipu melihat tingkah Justin yang deprrti ini.
"I'm afraid not, Mr. Callahan. You can go home." Balas Dr. Wendy. "Aku akan membuatkan resep untuk Mr. Callahan, Miss. Perawat akan memberikannya nanti. Untuk perban, bisa diganti setiap pengobatan dengan salep yang akan aku berikan. Kalau bisa, perban juga tidak terlalu sering dipakai. Jangan kena air dulu untuk beberapa waktu kedepan." Ucap Dr. Wendy, kali ini dia berbicara padaku. Aku mengiyakan semua perkataannya. Dia pun pergi meninggalkan aku dan Justin berdua.
"Apa-apaan barusan? Kau ini, ya. Dalam keadaan seperti ini masih berani menggoda dokter yang menanganimu. Aku benar-benar tidak habis pikir padamu." Kataku pada Justin.
"Habisnya kau tidak ikut masuk denganku, sih. Dia tadi juga sangat baik dan memang cantik. Jadi, I just can't help it! Kau tidak cemburu, kan?" Justin menaik-turunkan alisnya beberapa kali.
"Tidak!" Seruku, membantah Justin mentah-mentah. "Aku... Aku tidak bisa melihat orang terluka, kau tahu. Apalagi di rumah sakit. Hospital issues." Ucapku terus terang. Justin akhirnya diam. Karena merasa sangat canggung, aku akhirnya bertanya padanya tentang siapa kira-kira yang melakukan ini padanya.
"Mungkin anak buah Trevor. Senator itu. Kau tahu, kan Trevor Jones?" Aku mengangguk, ternyata selama ini memang dia yang diberitakan banyak masalah. "Dia memiliki banyak anak buah, mungkin dia sedikit curiga sejak aku dan kau di restoran Jepang waktu itu. Aku rasa Sarah memberitahunya." Cukup masuk akal jika pelakunya Trevor.

KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover Disasters
FanfictionSummer Lily Xanders benar-benar membenci musim panas. Ia mungkin satu-satunya di dunia ini yang membenci musim panas. Alasannya cukup sepele, hanya karena namanya. Namun, musim panasnya kali ini berawal dengan baik. Mulai dari dia akan benar-benar t...