Selamat menyembuhkan luka
Untukmu juga untuk diriku sendiri.
Rupanya sebuah rasa terlalu rumit
Untuk kita jabarkan lewat sebuah bahasa.
Aku terus memikirkannya;
Cara untuk membuatmu tidak tersakiti.
Tapi malah sebaliknya,
Aku sendiri yang membuatmu terluka.
Maafkan aku..
Telah berpura-pura tidak mengerti,
Mengebaskan rasa, mengubur ingin,
Berharap kau tidak menjadi seperti aku,
Tapi sepertinya sia-sia.
Entah sikapku yang mana,
Yang membuatmu seperti ini.
Apakah tutur yang kuanggap sebuah canda,
Telah menjatuhkan hatimu kepadaku?.
Maaf sekali lagi..
Semoga kau paham,
Bahwa aku hanya tidak ingin
Memberimu harap yang percuma.
Bolehkah kuajak kau untuk bersama-sama;
Melepaskan, melupakan, dan Menerima tentang
Apa yang sudah diajarkan luka kepadaku,
Perihal sakitnya berjuang sendirian.
Semoga ada yang melekaskan sakitmu,
Meski bukan aku, Pasti akan ada yang lainnya.
Dia yang akan menjadikanmu satu-satunya,
Yang begitu istimewa di hidupnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pluviophile
PoesiaBukan sajak, apalagi puisi. Ini hanya hasil dari pemikiran seorang perempuan bodoh.
