Chapter 9

1.3K 136 10
                                        

Author

Melody dan Raffi menghabiskan waktu diapartemen Raffi. Dan Melody mengaku bahwa dirinya bolos karena terlalu khawatir Raffi tidak ada kabar. Melody pun menyadari bahwa kalau Raffi pasti berada diapartemennya. Untung saja, Melody sudah hafal diluar kepala kode apartemen Raffi.

"Lo ngerasa nggak sih? Sebulan belakangan ini kita itu banyak masalah?"

Raffi terdiam lalu mengangguk. "Iya bener."

Melody mendesah pelan, lalu menyandarkan kepalanya di pundak Raffi. Ia merasa capek dengan semua ini, Melody ingin Raffi bahagia, karena menurut Melody Raffi tidak bahagia bersama Melody.

Gue comblangin Raffi, tapi dengan siapa ya.. Melody membatin. Kemudian, nama Nada muncul begitu saja dipikirannya, detik berikutnya Melody mengambil ponselnya, Lalu mengetik pesan kepada Nada.

MelodyAzzahra : Besok di dream caffe bisa nggak? Ada yang mau gue omongin.

--


Nada dan Melody saling terdiam. Setelah Melody mengatakan apa yang ia pikirkan kepara Nada, gadia itu lansung terkejut bukan main.

Melody menjodohkan Nada dengan Raffi?

"Lo serius?" Nada menatap intens Manik mata Melody, "Gue pikir lo suka sama Raffi.."

"Ha? Ng.. nggak lah! Gue gini, Biar Raffi bahagia.. masa sama gue terus, Nggak lah!" Melody menatap Nada, "lo suka sama Raffi kan?"

Belum lagi Nada menjawab, Melody sudah kembali berbicara. "Intinya ini kesempatan lo, Buat Raffi jatuh cinta sama lo. Gue rasa tuh anak nggK normal, Hahahahaha" Melody tertawa walau hatinya seperti tak rela.

"Oke?"

Akhirnya, Nada hanya mengangguk pelan sambil menatap Melody ragu.

"Trus, lo gimana?"

Melody mengernyit, "Gue? Emang gue kenapa, gak apa-apa kalik.. gue juga rasa, Nggak selama nya gue bisa jagain Raffi."

"Emangnya kenapa?" Tanya Nada penasaran, "Lo kok ngomongnya gitu sih.."

"Udahlah, gue pulang dulu. Nikmatin hari lo sama Raffi, gue udah suruh dia kesini. Kalau dia sampai bilang aja, Melody tadi pulang. Oke?"

Nada kembali mengangguk lalu menatap Melody yang berjalan semakin menjauh sampai akhirnya hilang dibalik pintu caffe.

--

Raffi Alatas : lo sakit?

Melody menatap pesan dari Raffi yang diterimanya dua puluh menit yang lalu. Hari ini Melody memilih untuk tidak masuk sekolah karena sakit, Sejak semalam Kepalanya begitu sakit.

"Gue tidur bentar, Deh.."

Saat terbangun, Melody terkejut saat melihat Raffi sedang menatapnya dalam diam. Wajah Sahabatnya itu terlihat cemas.

"Raff.."

"Kenapa lo nggak bilang, Kalau lo sakit?"

"Nggak apa-apa kok. Lo lebay banget sih.." ucap Melody berusaha mencairkan keadaan. "Lo bolos ya? Ketua osis kok bolos mulu sih,"

Raffi menatap Mata Hazel milik Melody dalam. "Mau gue ketua osis kek, murid kek, Kepala sekolah kek. Tetep, kalau lo sakit, lo prioritas utama gue."

Melody hanya mendegus mendengar ucapan Raffi. Ia harus kuat, jika Nanti bukan dirinya lagi yang menjadi prioritas Raffi.

"Kuat Mel, Kuat. Lo yang rencanain semua ini." Gumamnya pelan, sangat pelan.

Stay ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang