I dont really think you know me anymore -Kylie Jenner
"Halo, justin bisa ke alfamart dekat sekolahan ga?."
"Gak bisa."
Dari tempat justin sekarang, terdengar suara ribut soundtrack game beserta teman -teman justin yang sedang heboh, gue bisa tebak pasti dia diwarnet.
"Begini aja, gue pesenin grab atau gojek nih, gue lagi gak bisa ada tournament game."
"Eh gausah deh lagian udah mau malam ini, aku langsung pulang aja deh, aku pesen grab nya sendiri aja."
"Ga bisa gitu, oke daripada lama lo kesini nanti temen gue jemput."
Gue ngomong nya pake aku-kamu lah dia pake lo-gue. Dasar cowok warnet gerutuku dalam hati.
"gausah, aku mau pulang aja."
Terdengar dari seberang sana, suara justin meninggi.
"Gak bisa, lu harus kesini nyemangatin gue, gaada penolakan gaada tapi-tapian, udah dulu nelpon nya gue lagi tournament bye."
"Bye"
Lagi-lagi Justin begitu, dasar keras kepala ga mau ngalah dasar cowok warnet.
Gue nunggu selama hampir 11 menit, akhirnya temen Justin, si Martin pun datang. Kenapa gue bisa tau kalau itu temennya Justin namanya Martin, karena martin itu tetangga dan temen masa kecil gue.
Gue pun langsung menempelkan pantat gue di tempat duduk motor. setelah itu, tanpa ba-bi-bu Martin pun menancapkan gas motornya.
Setibanya gue dan Martin diwarnet.
"Noh ayang ayang lu." kata Martin dengan nada mengejek sambil menunjuk justin dari kejauhan
Gue yang kesel dengan nada bicara Martin langsung mendaratkan bogeman pelan ke bahu martin.
"Kylie gue kesana dulu ya."
"Gue juga, ke Justin dulu ya."
😻😻
"Lama ga?" Tanya gue, gue duduk disebelah Justin.
"Ngga kok, sekitar 14 menitan, ini kalau gue menang lumayan loh bisa buat biaya kecilin bibir lu."
Jayus.....
"Hehe.. iya gitu?"
"Nggak juga, bisa kecil kok ada cara jitunya" jawab justin tanpa melirik ku dia fokus ke monitor komputernya
"Caranya?"
"Tunggu gue simpen heroes gue dulu di base biar gue ga diserang."
Setelah justin menyimpan heroes nya, justin pun mendorong kursinya agar posisinya dekat dengan gue.
Setelah itu dia mengecup bibirku sekilas, gue pun syok sampe bengong.
"Lah kok ga kecil sih?."
Justin mencium bibirku lagi, tapi cuma sekilas.
"Ga work, bibirnya gabisa diajak kompromi ah."
Dasar geblek, dia cium gue tanpa mikir tempat ini warnet oy, umpung gaada yang liat semua lagi fokus ke layar monitor, seperti itulah kira kira gerutuan gue dalem hati.
😻😻😻
Sehabis Justin main game, dia langsung antar gue pulang.
Setibanya di depan pagar gue.
Gue langsung turun dari motor Justin dan langsung bergegas membuka pagar tapi tiba-tiba justin memanggil gue.
"Kylie."
Gue membalikan badan ke arahnya.
"Ntar jam 9 gue mau kesini kerja pr, jangan tidur dulu."
"Oki doki."
Justin pun memutar balik motornya sementara gue masuk kedalam rumah.
😻😻😻😻
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 9 malam, katanya Justin mau datang ke rumah gue tapi kok dia belum datang?.
Gue pun langsung mengambil hp dan membuka aplikasi line dan langsung mencari kontak nama justin, dan gue pun langsung mengetik line buat dia.
21.00
KingKylie
Justin jadi?
21.56
JustinBieber
Maaf, gabisa gw sibuk
21.56
Justin Bieber
Gue kesitu mau nganter buku gue
21.57
KingKylie
Oke
22.15
Justin Bieber
Udah otw ya
Read
Gue pun segera berdiri didepan cermin bermaksud untuk berdandan cantik biar Justin makin cinta sama gue.
Gue pun mengoles lip-gloss ke bibir gue yang cukup besar, kemudian mengikat rambut gue yang tergerai panjang.
Sekitar pukul setengah sebelas, terdengar suara klakson motor dari luar rumah gue. Gue pikir pasti itu Justin, gue pun langsung bergegas menuju luar rumah.
Tbc, 17-06-2017
@annisabila1234
KAMU SEDANG MEMBACA
GAMERS
FanfictionKisah cinta seorang gamers yang absurd tapi cuek. Biar ga bingung Kalau di judul cerita pake [kylie] berarti itu kylie pov dan kalau di judul cerita pake [justin] berarti justin pov begitupun dengan tokoh lain. HAPPY READING GUYS
