sebelum part ini di mulai ku cuma berpesan kalau baca ini jangan lupa kantong muntah nya di sediakan ya, sebenernya gue rada gmn gmn gitu post part ini wkwk cuss kita mulai saja
Hari ini, tepatnya pada siang hari. Gue duduk sambil mendengarkan perdebatan kedua orang tua gue tentang hak asuh anak.
Sungguh perdebatan gak penting, kenapa gak langsung pisah saja? Sumpah, ini membuang waktu gue, begitulah kata hati gue.
Karena gabut, gue membuka asal chat yang masuk di handphone gue. Tak sengaja gue membuka chat dari kylie. Mau tak mau harus dibalas ya walaupun sekena nya. Maaf kylie, hati gue sedang sakit karena keadaan ini maaf gak seperti biasa nya. Niatnya mau bales pesan kylie dengan meminta maaf saja, tapi ngapain minta maaf? Emangnya ini lebaran huft.
Iya, udah jgn chat lagi aku sibuk.
Seperti itulah gue membalas chat dari kylie.
Setelah membalas chat, gue pun menyimak perdebatan gak jelas itu, ralat bukan menyimak tapi mendengarkan sambil main game gabut yaitu slither.io game ular-ular versi modern.
"Justin bisa tinggalkan itu sebentar? Papa dan mamamu lagi memutuskan hal penting nak." Bentak papa.
"Yaudah putusin aja kali, ribet amat gue terima beres aja lah." Jawab gue dengan acuh tak acuh tanpa menoleh ke lawan bicara atau papa,gue tetapi masih tetap fokus ke game.
"Kamu itu." Bentak papa lagi, tapi kali ini dia langsung merampas handphone gue dan membantingnya ke lantai sampai isi dalam handphone berantakan.
"Yah mahal itu pah, mamah yang beliin." Kata gue sambil memungut handphone yang isinya berserakan di lantai.
"papah ingin urusan hak asuh diselesaikan dengan cepat biar kami gak berantem nanti di persidangan, iyakan mah?."
Mom hanya menganggukan kepala tanda menjawab pertanyaan papah.
"Untung masih bisa nyala" kata gue, sambil menindis tombol on handphone.
"Justin mamah mau kamu pilih hak asuh ini, mama mau kamu yang putusin, gimana Justin mau ya?"
"Kalau aku gak mau di asuh sama kalian berdua, Bisa? Gue udah besar gue mau hidup sendiri.
"Gak bisa gitu kamu harus pilih nak." Kata mamah sambil merangkul gue.
"sama terserah kalian aja." Jawab gue
"Justin mamah sama papamu butuh keputusan ini tolong nak, mamah butuh jawaban kamu."
"Jawaban aku?" Tanya gue.
"Iya."
"Males." Jawab gue sambil bergegas pergi dari rumah yang sekarang keadaan nya seperti ada kebakaran alias panas.
👪👪👪👪
Gue memutuskan pergi memakan es kelapa di rumah Jaden, kenapa dirumah jaden? Karena cuma di rumah dia gue ngerasa kasih sayang ayah dan ibu walaupun bukan orang tua kandung gue.
Asal kalian tahu saja, waktu pertama kali gue pacaran sama Kylie, gue pernah berpikir untuk mengakhiri hubungan gue sama dia alasan nya yaitu karena gue merasa bersalah sama jaden.
Di rumah Jaden, gue bersama keluarga Jaden makan es kelapa muda dihalaman rumah jaden, kami duduk beralaskan karpet, jadi kayak lagi piknik.
"Wih bikinan bunda enak banget sumpah, daridulu gak berubah rasanya tetap enak." Kata gue sambil mengunyah kelapa.
"Gue mau muntah liat lu makan, kalau makan gak usah ngomong, jijik." Kata Jaden sambil melempar kacang yang entah darimana ia dapatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
GAMERS
FanfictionKisah cinta seorang gamers yang absurd tapi cuek. Biar ga bingung Kalau di judul cerita pake [kylie] berarti itu kylie pov dan kalau di judul cerita pake [justin] berarti justin pov begitupun dengan tokoh lain. HAPPY READING GUYS
