Part ini kayaknya sinetron banget ya, siapin aja kantung muntahnya kalau mau baca part ini hehe..
Hari ini, gue sedang duduk di meja belajar sambil menatap diary gue, ya gue memang sedikit kolot karena masih punya diary, tapi kali ini gue bukan lagi nulis diary tapi lagi membaca diary-diary yang gue tulis semenjak berpacaran dengan Justin, kira-kira 2 tahun yang lalu. Diary nya mulai gue baca.
Halaman pertama.
Dear Diary....
Hari ini aku ditembak sama anak most wanted disekolah loh diary... padahal aku kan gak kenal sama dia, i mean gak akrab dan gak pernah ngobrol sama dia, tapi aku mencoba menerima dia.. apakah keputusan ku salah ya?
1 Maret 2015
Setelah membaca nya, gue sedikit ketawa, mungkin kah keputusan gue dua tahun yang lalu itu salah?
Karena kemageran gue, gue gak jadi melanjutkan baca diary, gue kangen Justin tapi kalau cuma lewat diary gue ya gak bakal terobati juga.
Setelah itu, gue menyimpan diary milik gue di lemari buku dan kemudian berbaring sambil men-stalk akun Justin dan membaca history chat gue dan Justin. Mungkin inilah yang disebut kegabutan yang ha-qi-qi.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang datang ke rumah gue.
"Non, ada orang dibawah katanya nyariin non." Kata pembantu rumah gue.
"Oh oke bi, makasih udah kasih tau."
Gue pun segera berdandan agar muka sedih gue gak akan nampak, ya setelah berdandan ria gue pun segera keruang tamu.
☆☆☆☆
"Dandan-dandan amat mbak," Ejek Jaden
Yahhh, yang datang ternyata Jaden.
"Kenapa lu gak sekolah? Sakit gitu? Alahh kelihatan sehat juga,"
Njirr, kalau bukan temen Justin udah gue sabit kali muka lu.
"Berhubung gue kasian liat mantan lemas lesu gegana gara-gara mikirin sohib gue, gue mau kasih tau sesuatu yang penting buat lo dan bakal berguna banget."
"Apa?" Tanya gue, sekenanya.
"Ada syaratnya, lu jangan ember."
Gue pun meng-anggukan kepala.
"Justin sekolah di AIS, untuk kelasnya gue gak tau."
"International school kan?"
"Sekolah yang terkenal itu loh, lu pasti juga tau lu pergi sendiri aja ya gue ada urusan."
"Oh iya makasih Jaden."
"Yaudah gue pamit."
"Hati-hati Jaden mantan." Kata gue dengan nada seperti orang kesetanan.
☆☆☆
Gue telah berada di AIS, penuh perjuangan buat masuk kesini sampe-sampe gue harus buat seribu satu alasan sama satpam sekolah di AIS.
KAMU SEDANG MEMBACA
GAMERS
FanfictionKisah cinta seorang gamers yang absurd tapi cuek. Biar ga bingung Kalau di judul cerita pake [kylie] berarti itu kylie pov dan kalau di judul cerita pake [justin] berarti justin pov begitupun dengan tokoh lain. HAPPY READING GUYS
