7: Perkenalan

48K 2K 41
                                        

Sela and Cindy^

Happy Reading

.

"Makasih ka" ucap Sela kepada Dolan karena telah mengobati tangan nya.

Dolan tidak menjawab ucapan terima kasih Sela, ia melihat sekilas mata Sela dan pergi dari hadapan Sela.

"Kadang baik kadang jutek" dengus Sela setelah Dolan pergi, ia juga beranjak dari uks menuju kelasnya.

Saat Sela sampai di kelas ternyata sudah ada guru disana Sela pun tampak binggung ingin izin masuk seperti apa. "Pagi bu" ucap Sela dengan nada gugup.

"Dari mana saja kamu" tanya Guru itu lumayan membentak.

"Maaf bu saya telat tadi saya habis dari uks ngobatin luka saya bu" ucap Sela sembari memperlihatkan tangannya yang luka karena ulah Dolan.

"Yaudah silahkan duduk di tempat kamu"

Sela pun berjalan kearah Cindy ia antusias sekali ingin menceritakan kejadian nya tadi bersama Dolan.

--

Setelah mengobati Sela, Dolan memilih untuk tidak datang ke kelas ia malas merayu guru yang sedang mengajar untuk membiarkan nya masuk kelas. Dolan pun memilih rooftop sebagai tempat nya membebaskan diri dari pelajaran, ia memilih mengisi waktu luang nya di rooftop dengan merokok dan tidur menunggu bel istirahat berbunyi.

Dolan mengambil sebatang rokok di saku baju dan menggigitnya di mulut setelah itu ia mengambil korek dan mendekatkan api tersebut di ujung rokok nya, tidak lama kemudian banyak asap berkeluaran dari mulut Dolan.

Dolan memikirkan Sela, kenapa Dolan memikirkan keadaan Sela? kenapa Dolan berubah menjadi baik pada Sela? kenapa Dolan mengobati tangan Sela? bisa saja Dolan masa bodo saat melihat tangan Sela terluka, tapi Dolan ingin sekali mengobati Sela.

"Arghh" teriak Dolan kesal karena perubahan sifatnya pada saat bersama Sela.

"Woy lan lu mabal disini ternyata" panggil Nino dan itu membuat Dolan terbangun dari tidurnya.

Dolan tidak menjawab ucapan Nino ia hanya diam dam menatap langit yang lumayan cerah hari ini. Nino merasa kesal karena Dolan tidak meresponnya.

"Ada masalah apa si lan, cerita sama gue" ucap Nino.

"Gue ga bisa bilang"

"Oke guehargain privasi lo" ucap Nino dan setelah itu ia asik menyumut rokok nya dan mengeluarkan asapnya banyak banyak.

Nino mengeluarkan hpnya dari saku baju dan mulai mengetik pesan untuk seseorang.

line

Nino: cin lu dmn

Cindy: tumben lo nyariin

Cindy: di kelas

Nino: udh bel?

Cindy: udah lah lo budek?

Nino: knp msh di kls?

Nino: ade gw mn?

Cindy: lagi nunggu ade lo ngerjain tugas

Cindy: nyariin ade lo? kenapa ga langsung chat Sela aja? kenapa mesti chat gue?

Nino: itu hal yg k 2

Cindy: yg ke 1?

Nino: Nyariin lu

Cindy: bercanda aja lu tong

Nino: serius elah gue

Cindy: Serah lu gue ga gampang baper

Nino beralih mengetik pesan untuk ade nya.

Nino: lu dmn de

Sela: mo ke kantin

Nino: kantin belakang biar sepi

Sela: jauh bang

Nino: lo mau desek desekan

Sela: iya iya gue ke kantin belakang

"Cin kantin belakang aja yu" ajak Sela.

"Jauh sel"

"Ngga ngga lagian di katin depan rame"

"Lu tau dari mana kalo kantin depan rame?"

"Tau dari bang Nino, ayu lah gue ga mau desek desekan"

"Iya deh gue mah ikut aja"

Sela dan Cindy pun berjalan meuju kantin belakang sekolah, memang lumayan jauh tapi Sela tidak mau desak desakan kalo iya tetap kekeh fi kantin depan. Saat mereka sampai benar saja kanti itu lumayan sepi, meja meja kantin pun tidak semua terisi jadi mereka bebas memilih tempat duduk.

"Sel lo mau apa gue pesenin nih"

"Gue bakso 1sama es jeruk"

"Oke gue pesenin dulu ya, lo tunggu sini aja"

"Oke" Cindy pun berjalan kearah kios baso dan minuman.

Setelah Cindy pergi Nino datang bersama dua orang teman nya, tapi disana tidak ada Dolan. Nino pun menghampiri meja Sela dan duduk disana bersama kedua teman nya.

"Sela kan? gue Aji Pratama" ucap aji setelah itu memberika Sela senyum yang amat manis.

"Oh iya salam kenal" ucap Sela sembari membalas senyum Aji.

"Gue Gerry Kalrali" ucap Gerry sambil menjulurkan tangan.

Sela pun membalas juluran tangan Garry sembari tersenyum "Sela Gerald"

"Dek lo jangan deket deket sama mereka ya" ucap Nino.

"Kenapa bang?" tanya Sela bingung.

"Mereka pemakan daging jadi lo jangan deket deket"

"lo kira kita ni apaan nin" ucap Garry.

"Jangan percaya sama abang lo ya sel, kita baik baik ko" ucap Aji.

Sela hanya bisa tersenyum melihat tingkah ketiga teman ini, mereka tamllpak begitu senang saat bersama.

"Dek Cindy mana? ko ga keliata" tanya Nino yang mengundang tatapan misterius dari Sela.

"Cie tumben nyariin Cindy" ucap Sela sembari mencolek lengan abang nya itu.

"Ga usah di jawab" ucap Nino kesal dan memalingkan pandangan dari adenya.

"Dih marah, tu Cindy dateng" ucap Sela menujuk Cindy yang jalan menuju meja mereka, Cindy tampak kesusahan membawa 2 mangkok baso dan 2gelas es jeruk.

"Nih pesenan lo sel" ucap Cindy sembari memberikan pesanan Sela.

"Makasih" ucap Sela yang dibalas anggukan oleh Cindy.

Cindy duduk disamping Sela yan langsung berhadapan Nino, Cindy teringat ketika mata mereka bertemu saat battle ps kemaren.

apaan sih cin jangan baper gitu dong munkin Nino lagi ngeliatin cara lo main ps bukan ngeliatin lo. batin Sela

"Hei temen nya sela ya, gue Aji Pratama sahabatnya Nino Gerald" ucap Aji sembari menyunggingkan senyum nya yang manis lagi.

"Iya, Cindy Fania Clarisa" ucap Cindy membalas senyum Aji.

"Oh iya gue Garry Karali" ucap Garry dengan tatapan yang tidak lepas dari Cindy.

Cindy senyum manis "Cindy Fania Clarisa"

"Gue manggilnya siapa ni?" tanya Aji kepada Cindy.

"Manggilnya Cindy aja ka"

"Formal amat ga usah pake ka bisa kali, aji aja"

"Oh iya ka...eh Aji" ucap Cindy malu.

cantik nya nambah pas senyum. batin Nino dan Gerry.

.

Part ini udah di revisi ya, aku harap kalian ga kecewa atas typo typo yang telah aku sebarkan di TMW ini:)

NINO, GERRY SAMA SAMA SUKA CINDY?
VOTE YA BIAR LANJUT. :)

TMW.

The Most Wanted [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang