19: Rencana....

35.3K 1.5K 48
                                        

Ryo and Dava^

Sorry for typo. Happy Reading

.

Saat sampai di rumah Sela punggung Dolan terasa berat ia sudah tau pasti Sela sudah terlelap di atas punggung nya, Dolan membalikan tubuh nya dan melihat Sela dengan mata yang tertutup.

Dolan kembali menggedong Sela menuju pintu dan memencet bel, seperti biasa yang selalu membukakan pintu adalah Clara.

"Siang tante, Sela tidur lagi tan" ucap Dolan dengan kekehan, Clara pun terkekeh juga karena setiap Dolan ke rumah bersama Sela pasti Sela selalu tertidur dan Dolan juga yang menggendong.

"Iya ni si sela ngerepotin nak dolan terus, silahkan masuk nak" ucap Clara mempersilahkan Dolan masuk.

"Mau dibawa lagi sela nya ke atas tan?" tanya Dolan.

"Oh iya, maaf ya ngerepotin nak dolan terus" Clara mempersilahkan.

"Ngga papa ko tan" ucap Dolan setelah itu ia menaiki tangga untuk menuju kamar Sela.

Dolan menidurkan Sela di kasurnya ia melihat Sela sekali lagi sebelum beranjak turun untuk pulang ke rumah nya.

"Gue bakalan nembak lo cepet cepet sel, gue ga mau lo pergi dari hidup gue" ucap Dolan dan mengelus rambut Sela.

Dolan keluar dari kamar Sela dan menuju lantai satu untuk meminta izin kepada Clara, saat Dolan sampai di lantai satu ia melihat Nino lagi bercengkrama dengan mamah nya.

"Masih tidur si sela lan?" tanya Nino saat melihat Dolan turun dari lantai dua, Dolan hanya mengangguk dan berjalan menuju Clara.

"Kalian saling kenal?" tanya Clara dan Nino Dolan mengangguk secara bersamaan.

"Temen nino dari kelas sepuluh" jawab Nino.

"Kenapa kamu ga bilang ke mamah kalo punya temen sebaik nak dolan ini" ucap Clara dan Nino pun membulatkan mata nya.

"Baik?" Nino mengulang kembali perkataan Clara.

"Iya baik sering ngaterin sama gendong sela kalo tidur" ucap Clara.

"Itu sih dia aja yang mau" grutu Nino.

"Tan pulang dulu ya" izin Dolan.

"Ko cepet amat nak ga mau minum dulu sambil ngobrol sama Nino?" tanya Clara, Dolan mnggeleng.

"Lain kali aja de tan" tolak Dolan.

"Yaudah deh tapi janji main ke sini lagi ya nak" ucap Clara Dolan pun mengangguk sembari mencium punggung tangan Clara.

"Assalamualaikum"

"Walaikumsalam hati hati ya nak Dolan"

--

Hari ini Sela merasa senang karena badan nya tidak terasa sakit sama sekali, ia sudah siap sekolah dan turun ke bawah untuk menemui mamahnya.

"MAMAH SELA UDAH SEMBUH" teriak Sela yang masih berada di tangga.

Clara menatap anak nya jengah. " mentang mentang udah sembuh teriak teriak, bikin kuping mamah budek" protes Clara kepada anaknya.

"Hehehe maaf deh mamah ku sayang" ucap Sela mencium pipi mamah nya.

"Abang kamu panggil gih suruh sarapan" perintah Clara.

"BANG NINO BURU SARAPAN NANTI TELAT" teriak Sela.

"IYA TUNGGU" jawab Nino dari atas tak kalah kencang dari teriakan Sela tadi.

"Sel jangan teriak teriak gitu ah" Clara menasehati.

The Most Wanted [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang