part 8

3.3K 457 8
                                        

'mencintai itu tidak hanya bersiap akan datangnya kebahagiaan, tetapi juga harus siap untuk terluka. terluka saat orang yang kita cintai memilih orang lain'

(Namakamu) duduk di bangku taman sekolah sendirian, ia memegang sebuah polaroid yang terdapat gambar dirinya dan juga Iqbaal saat masih SMP. disana mereka terlihat sangat bahagia

"gue bodoh bisa suka sama sahabat sendiri. andai gue bisa mengendalikan hati, gue pasti bakal milih gak akan sayang sama dia, dan gue gabakal sakit hati terus kaya gini" lirih nya
(Namakamu) mengusap fotonya itu

"we!! sendirian bae neng" (Namakamu) tersentak kaget saat seseorang duduk di sampingnya dan langsung buru-buru menyembunyikan foto nya tersebut

"ah Iqbaal! lo bikin gue kaget aja" ucap (Namakamu) sambil mendorong pundak Iqbaal pelan

"iya maaf-maaf, lagian lo bengong aja dari tadi nanti kesambet aja. emang lagi mikirin siapa si?" tanya Iqbaal

'mikirin lo'

"yee! Fudul aja jadi orang, udah ah gue mau ke Jenap dulu" ucap (Namakamu) sambil berdiri dan merapikan roknya, baru satu langkah ia berjalan. Iqbaal menahannya

"(Namakamu) sini aja" pinta Iqbaal

"ah gue belom kasih makan Jenap, kasian nanti mati dia" alibi (Namakamu)

"baru tadi di kantin makan, udah ah sini aja lo nya. masa sama sahabat sendiri nolak" ucap Iqbaal. dengan sangat terpaksa (Namakamu) duduk kembali

dan seketika hening..
mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing

"kok gue rada gak suka ya kalo lo deket terus sama Jeno" ungkap Iqbaal memecahkan keheningan

(Namakamu) menolehkan kepalannya "kenapa?"

"ga tau kenapa, gak suka aja gitu kaya ada yang ngeganjel di hati" ucap Iqbaal

'dia suka sama gue apa gimana ni?'

"masa gue suka sama lo? engga mungkin lah kita kan sahabat" ucap Iqbaal sambil merangkul pundak (Namakamu)

(Namakamu) hanya tersenyum simpul saat Iqbaal menyebutkan kata 'sahabat'

"oh iya bunda nyariin lo tuh, katanya kapan main kerumah" ucap Iqbaal

"iya nanti deh gue main kerumah lo. sibuk nih" jawab (Namakamu)

"sahabat gue yang satu ini emang paling sok sibuk banget, padahal dirumah kerjaannya cuma makan, tidur, main hp. tapi gak gemuk-gemuk, cacingan ya lo?" ledek Iqbaal

(Namakamu) memukul pundak Iqbaal "sembarangan lo kalo ngomong! gue tuh jaga kesehatan ya, olahraga emang kaya lo! cungkring gapernah makan! situ pikir situ oke? sok mantep bat hidup lo nyet!" cerocos (Namakamu)

"idih ko lo jadi ngebacot si? gue kan cuma bercanda" ucap Iqbaal

"lo bikin emosi"
"tapi sayangkan?" goda Iqbaal
"b aja"
"banget aja?"

"udah ah! gue ke Jenap bhay!" ucap (Namakamu) lalu meninggalkan Iqbaal pergi

"SAYANG TUNGGU AKU" ucap Iqbaal mengejar (Namakamu)

Iqbaal sedang menunggu (Namakamu) di depan gerbang sekolah, ia berniat untuk mengajak pulang bersama, karna semenjak ada Leta mereka jarang quality time berdua

"sut...sut neng, aa anterin yuu" goda Iqbaal saat melihat (Namakamu) yang berjalan disampingnya

(Namakamu) menolehkan kepalanya "ew"

"si eneng jual mahal bat dah sama aa, ayo neng aa anterin gratis dah buat eneng mah" goda Iqbaal
"ga"

"udah ayo neng naek" Iqbaal menarik tangan (Namakamu) dan menyuruhnya naik keatas motornya

"pegangan neng ntar jatoh, kalo jatoh aa ngakak"

"jahat! buruan jalan!" suruh (Namakamu) sambil memeluk pinggang Iqbaal

"kereta kencana siap meluncurrr"

"ini motor gblg!" desis (Namakamu)

'anjay hati w dangdutan'

Iqbaal sudah mengantarkan (Namakamu) dengan selamat, mereka sedang berada di depan rumah (Namkamau)

"nanti malem kita jalan ya, gue jemput jam 7" ucap Iqbaal

"Php gak nih?" sindir (Namakamu)

"yaallah, aa mana pernah phpin eneng" ucap Iqbaal

"iya deh iya, yaudah sana pulang" ucap (Namakamu)

"ngusir apa gimana nih?"

"udah ah pulang sana nanti dicariin bunda, titip salam ya sama semuanya, nanti gue main" ucap (Namakamu)

"siap bosqu, eh btw gada salam perpisahan nih?" tanya Iqbaal

"bye. dah"
"bukan itu" ucap Iqbaal

(Namakamu) mengkat kedua alisnya pertanda tidak mengerti

"cium"
(Namakamu) memukul bahu Iqbaal "mesum! udah sana pulang gue mau masuk"

Iqbaal terkekeh "iya iya, yaudah gue pulang ya. dadah" dan setelah itu motor Iqbaal melesat dan (Namakamu) masuk kedalam rumah

(Namakamu) sudah siap dengan pakaian Casual nya, ia sedang menunggu Iqbaal didepan rumah. waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam namun Iqbaal belum juga menjemputnya

"Iqbaal kemana si lama banget" desis (Namakamu)

tak lama (Namakamu) mendapatkan telfon dari Iqbaal

"hallo, lo dimana jadi ga?"

'aduh (Nam) maaf bat ya gajadi, gue lagi jalan nih sama Leta'

"hah? lo gimana si?" ucap (Namakamu) kesal

'maaf ya maaf, dan asal lo tau. tadi gue nembak Leta dan di terima!! aaaaa! seneng banget dah guee sumpah!!!' pekik Iqbaal girang

(Namakamu) tersenyum miris "telponnya gue tutup" dan setelah itu (Namakamu) mematikkan sambungan telfonnya

kembali masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya. menumpahkan kesedihan dengan menangis

'jika kau lebih bahagia bersamanya. maka keputusan ku adalah merelakanmu untuk sahabatku dan aku akan bahagia untuk itu'

[4] Cinta dan RahasiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang