(Namakamu) sedang duduk sambil bersandar di pundak Jeno, ya sekarang sudah menunjukkan pukul 8 malam namun Jeno belum pulang karena (Namakamu) terus memintanya untuk tetap menemaninya
"Jenap lo pasti gabut ya?" tanya (Namakamu)
"kalo sama kamu mah gapernah gabut beb" jawab Jeno
"bodo ah, me mcd yuuu Jee" ajak (Namakamu)
"ayodahhh, ganti baju sana luu jangan cantik-cantik ntar digebet orang gue gaterima" ucap Jeno
(Namakamu) terkekeh dan berjalan ke kamar untuk berganti baju
✨
(Namakamu) sedang memakan kentangnya, mereka duduk di bagian luar
"Jenapp lo kenapa mau sih nemenin gue sekarang kemana-mana? padahalkan dulu kita b aja" ucap (Namakamu)
"emang kenapa kalo kita b aja? Gue harus musuhan gitu sama lo? Kaya anak kecil aja" kekeh Jeno
"Gue jadi nyesel dulu b aja sama lo, kenapa dulu lo sok cool banget sih? Gue rada sebel ngeliatnya" kesal (Namakamu)
"Gue mah emang cool beb" ucap Jeno
(Namakamu) melempar satu kentang ke wajah Jeno "ngoceh ama tembok"
"Lo gak mau baikkan sama Iqbaal?" Tanya Jeno yang tiba-tiba serius
"Ah elah! Kenapa bahas dia si?" Eluh (Namakamu)
"Jawab pertanyaan gue ihh"
"Dia aja bilang gue cuma temennya dan gak berhak buat atur-atur dia. Gue gak mau punya temen kayak gitu, dia berubah semenjak punya pacar" jelas (Namakamu)
"Kali aja dia emang butuh suasana baru" ucap Jeno
"Lo pikir gue gabutuh suasana baru? Gara-gara dia cowok yang demen sama gue pada kabur" kesal (Namakamu)
"Gue enggak ko"
"ha?"
✨
(Namakamu) sedang bersiap-siap untuk tidur dan Jeno juga sudah tertidur di sofa bawah
(Namakamu) hendak menarik selimutnya namun tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit. Ia memejamkan matanya dan memegang erat rambutnya
"Shh..Jeno" desisnya
✨
Hari ini (Namakamu) tidak berangkat sekolah karena dilarang oleh Jeno, tadi pagi wajahnya terlihat sangat pucat
"Gue periksa ke rumah sakit aja kali ya?" Gumamnya, ia sedang berada di dalam kamar
Tanpa berfikir panjang ia langsung bersiap-siap menuju rumah sakit
✨
(Namakamu) memegang sebuah amplop di tangannya dan sekarang ia bergegas untuk pulang
(Namakamu) tersenyum tipis menatap amplop tersebut "ini masih prediksi belum tentu iya" gumamnya
Tring!
(Namakamu) melihat notifikasi chat dari Jeno dan dengan cepat ia langsung membukanya
Line
Jenapudin🐣
▫️beb dimana?
(Namakamu) terkekeh membaca pesan Jeno
▫️di rumah sakit Je, udah pulang belom? Jemput dong ehehe
▫️kenapa gak tungguin gue aja ke rumah sakit nya?
▫️udah pulang ko, otw nih
▫️gapapa wkwk
▫️rumah sakit deket sekolah ya Je
▫️iya beb pangeran lagi meluncur
▫️sabodo teing
(Namakamu) memasukkan kembali handphone nya di saku celana, ia berjalan ke arah lobi rumah sakit untuk menunggu Jeno
Tak lama mobil ferrari hitam muncul di hadapan (namakamu), ia sudah tau kalau itu Jeno dan dengan cepat ia langsung masuk kedalam mobil
"Maaf lama ya, tadi pak Setyo nyuruh balikin buku ke perpus" ucap Jeno sambil menjalankan mobilnya keluar area rumah sakit
"Sans ae, makan dulu ya Je. Laper ehehe" (namakamu) menampakkan jajaran giginya
Jeno yang gemas mengacak-acak rambut (namakamu) "makan dimana?" Tanya Jeno
"Di pecel lele aja, gue lagi pengen" jawab (namakamu)
"Eh iya, kata dokter lo sakit apa?" Tanya Jeno
(Namakamu) menggigit bibir bawahnya
'Kasih tau ga ya?'
"Mmm.. Cuma pusing biasa" jawab (namakamu) sambil senyum kikuk ke Jeno
"Beneran?" Tanya Jeno menatap (namakamu)
(Namakamu) mengangguk "eh iya ada pr ga?" Tanya (namakamu) mengalihkan pembicaraan
Jeno menggeleng "gaada, nanti malem gue pulang dulu ya nanti balik lagi ko"
(Namakamu) mengangguk "makasih ya Je"
⭐
KAMU SEDANG MEMBACA
[4] Cinta dan Rahasia
Fanfiction'Seenggaknya aku udah jujur tentang perasaan ini sama kamu, aku cuma mau ngungkapin gak minta untuk dibalas' - (namakamu) 'aku sayang kamu, tapi mungkin untuk saat ini kita lebih baik jadi teman,' -Iqbaal 'maaf, aku datang hanya untuk menjadi perusa...
![[4] Cinta dan Rahasia](https://img.wattpad.com/cover/100542817-64-k678340.jpg)